BRICS Bukan Bahaya! IMF Mendukung Ekspansi Geng Rusia-China

Jum'at, 13 September 2024 - 17:54 WIB
loading...
BRICS Bukan Bahaya!...
Ekspansi BRICS yang kerap digadang-gadang bakal menjadi penantang serius pengaruh Barat, mendapat dukungan dari IMF. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional ( IMF ) menilai ekspansi BRICS sudah seharusnya mendapatkan dukungan, lantaran berdampak positif terhadap perekonomian global. Pernyataan IMF merespons keinginan Turki yang tertarik bergabung dengan kelompok negara-negara berkembang di dalam BRICS.

Baca Juga: 3 Negara Asia Tenggara yang Berpotensi Besar Gabung BRICS

Turki menjadi negara terbaru yang secara resmi mengajukan keanggotaan BRICS pada awal September. Pertama kali didirikan pada tahun 2009 oleh Rusia, China, India dan Brazil, BRICS hanya butuh satu tahun untuk memperluas keanggotaan dengan bergabungnya Afrika Selatan.

Ekspansi BRICS berlanjut di tahun 2024, ketika group ini berkembang semakin jauh dengan merapatnya beberapa negara berkembang utama mencakup Mesir, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Ethiopia.

Sebelumnya Presiden Rusia, Vladimir Putin mencatat, bahwa ada 34 negara telah menyatakan minat pada BRICS, dan diskusi terus berlangsung tentang kemitraan potensial.

Baca Juga: Rusia Ungkap Alasan Banyak Negara Gabung BRICS: Mereka Lelah dengan AS

Ditanya apakah IMF melihat BRICS sebagai sesuatu yang berbahaya, Kozack menjawab, "pandangan kami bahwa peningkatan dan perluasan kerja sama internasional serta memperdalam hubungan perdagangan dan investasi di antara kelompok negara harus disambut dan didorong," ungkapnya.

Terutama jika ditujukan untuk "mengurangi fragmentasi dan menurunkan biaya perdagangan dan investasi" di antara negara-negara yang berpartisipasi. Dia juga menambahkan, bahwa "keputusan untuk bergabung dengan inisiatif semacam itu adalah keputusan berdaulat dari masing-masing negara anggota."

Ankara sebelumnya telah menegaskan haknya untuk menjalin hubungan dengan negara atau organisasi internasional manapun yang dipilihnya. Turki menyatakan, bahwa keterlibatannya dengan BRICS atau Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) tidak mengganggu komitmen yang lain, termasuk NATO.

"Kami tidak menganggap BRICS sebagai alternatif untuk struktur lain. Kami menganggap semua struktur dan aliansi ini memiliki fungsi yang berbeda," kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya.

Erdogan menambahkan, bahwa Ankara berusaha untuk menjadi "mitra yang dapat diandalkan" untuk semua organisasi dimana Turki menjadi bagian di dalamnya.

"Sebagai anggota NATO, kami tidak melihatnya sebagai masalah untuk berinteraksi dengan negara-negara di SCO, BRICS, Uni Eropa, atau Organisasi Negara-negara Turki. Kami percaya hubungan ini berkontribusi pada perdamaian dunia," katanya.

Dilaporkan oleh Bloomberg pada awal September, bahwa keanggotaan Turkim bakal dibahas pada KTT BRICS mendatang di Kazan, Rusia di akhir Oktober, mendatang. Erdogan juga telah diundang ke pertemuan itu.

Pembantu presiden Rusia, Yury Ushakov mengkonfirmasi bahwa Ankara secara resmi mengajukan keanggotaan dan mengatakan organisasi itu akan mempertimbangkannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Berita Terkini
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved