alexametrics

Jaga Stabilisasi Harga, Kemendag Bakal Operasi Pasar di Ritel Modern

loading...
Jaga Stabilisasi Harga, Kemendag Bakal Operasi Pasar di Ritel Modern
Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan operasi pasar untuk menjaga pasokan dan harga pangan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2020. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan operasi pasar untuk menjaga pasokan dan harga pangan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2020. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menyatakan, operasi pasar melalui ritel modern telah disepakati oleh Bulog beserta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Menurutnya, Bulog akan menjadi penyuplai beras medium di ritel modern, dan Aprindo siap untuk menjadi penjualnya. "Operasi pasar yang ditugaskan kepada Perum Bulog tersebut tidak hanya dilakukan pada pasar tradisional, tapi juga ritel modern," ujar Suhanto di Kantor Kemendag, Jakarta.

Suhanto melanjutkan , selama ini operasi pasar untuk komoditas beras hanya dilakukan di pasar tradisional, sementara ritel modern hanya menyediakan beras premium. Sehingga dengan adanya operasi pasar di ritel modern diharapkan menekan gejolak harga beras di akhir tahun.



"Dalam rangka stabilisasi bahan pokok, khususnya beras, nantinya ritel modern akan ikut menjual beras medium di seluruh Indonesia, dengan demikian keadaan beras nanti harganya terjamin," jelasnya.

Beras medium tersebut, lanjut Suhanto, bakal dijual paling tinggi sesuai harga eceran tertinggi (HET). Disamping itu, dengan perluasan operasi pasar juga diharapkan komoditas lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, dan daging harganya tertap terjaga sesuai HET.

"Jadi kami harapkan dengan adanya ritel modern ikut serta nanti, semua barang-barang kebutuhan pokok, khususnya yang ada HET seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging akan selalu dalam keadaan terjamin HET-nya," jelas dia.

Tak hanya melalui operasi pasar, pengendalian harga pangan juga dilakukan Kemendag dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah di 34 provinsi. Menurutnya ada 15 provinsi utama yang mayoritas penduduknya merayakan Natal, sehingga nanti akan mendapatkan pengawasan lebih dari pemerintah.

"Nanti setiap hari dipantau tiap pasokan dan harga. Secara intens dua minggu menjelang natal dan tahun baru, tim akan langsung di lapangan bersama-sama dengan tim dari daerah," katanya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak