alexametrics

Proyek Kelistrikan 1.000 Pulau Lewat Energi Terbarukan Digarap RI-Jerman

loading...
Proyek Kelistrikan 1.000 Pulau Lewat Energi Terbarukan Digarap RI-Jerman
Kementerian ESDM menggandeng the Deutsche Gesellschaft for Internationale Zumsammenarbeit (GIZ) GmbH untuk mendorong energi baru terbarukan di dalam negeri lewat kerja sama kelistrikan 1.000 pulau. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng the Deutsche Gesellschaft for Internationale Zumsammenarbeit (GIZ) GmbH untuk memajukan energi baru terbarukan di dalam negeri. Adapun rincian kerjasama itu adalah untuk proyek kelistrikan pada Energi Baru Terbarukan di 1.000 pulau atau Indonesia Jerman 1,000 Islands Renewable Energy for Electrification Programme (REEP).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (Dirjen EBTKE) FX Sutijastoto mengatakan, kerjasama ini mendorong pengurangan gas emisi dan efek rumah kaca. "Kita akan menyaksikan penandatanganan bisnis dengan Jermam yang telah terjalin 26 tahun. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk turunkan emisi gas rumah kaca sesuai dengan Paris Agreement. Pemerintah juga punya Pekerjaan Rumah (PR) akses listrik di semua wilayah Indonesia," ujar Sutijastoto di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Meski begitu terang dia, masih banyak tantangan EBT yang perlu dilakukan karena pemerintah juga tengah mengejar target elektrifikasi 100%. Tercatat terang dia, hingga saat ini rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia baru sekitar 98,86%. Dirinya percaya jika EBT terus didorong, maka rasio elektrifikasi dalam negeri bisa menyentuh angka 100%.



"Tantangan EBT itu dari sisi teknis ekonomi hingga keberlanjutan. Jadi kerjasama ini jadi rekomendasi bagi para pemangku kepentingan. Semoga memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Jerman," jelasnnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Peter Schoof mengatakan, di negara mana pun upaya mengalihkan penggunaan energi fosil ke sumber energi yang bersih adalah adalah pekerjaan yang sangat berat, dan membutuhkan pengetahuan serta pembiayaan yang tidak kecil. Namun Indonesia tidak sendirian dalam hal ini, karena komunitas internasional, termasuk Jerman siap mendukung bila diperlukan.

"Melihat sektor swasta siap untuk berinvestasi merupakan hal yang sangat menggembirakan. lni membuktikan bahwa transisi energi bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang besar bagi Indonesia dan perekonomiannya," ucapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak