Fenomena Makan Tabungan, Begini Penjelasan Direktur BCA
Senin, 23 September 2024 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi memang itu realita, tapi di balik itu, kami optimistis, kita berharap sekali, sebentar lagi pemilihan pemerintah daerah serentak. Kemudian, suku bunga ini sedikit menurun. Kalau kita lihat berita, sudah ada indikasi banyak investor dari luar datang ke Indonesia, ini menunjukan satu optimisme, kami percaya situasi ini tentunya akan kita sikapi secara optimiskedepan," jelasSantoso.
Adapun berdasarkan data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) rerata saldo tabungan masyarakat di bank per April 2024 memang mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan posisi sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019 lalu.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Jalan di Tempat dalam 10 Tahun Terakhir, Ekonom Ungkap Masalahnya
Rata-rata saldo masyarakat yang disimpan di Bank pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp3 juta per nasabah, sedangkan posisi April 2024 rerata saldo nasabah di Bank hanya berkisar Rp1,8 juta per nasabah.
Santoso menyebut, kondisi ini paling besar dirasakan terutama untuk segmen menengah ke bawah. Sebab menurutnya, kondisi bisnis yang belum pulih ini berdampak pada efisiensi yang kerap dilakukan oleh perusahaan atau pemberi kerja.
Adapun berdasarkan data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) rerata saldo tabungan masyarakat di bank per April 2024 memang mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan posisi sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019 lalu.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Jalan di Tempat dalam 10 Tahun Terakhir, Ekonom Ungkap Masalahnya
Rata-rata saldo masyarakat yang disimpan di Bank pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp3 juta per nasabah, sedangkan posisi April 2024 rerata saldo nasabah di Bank hanya berkisar Rp1,8 juta per nasabah.
Santoso menyebut, kondisi ini paling besar dirasakan terutama untuk segmen menengah ke bawah. Sebab menurutnya, kondisi bisnis yang belum pulih ini berdampak pada efisiensi yang kerap dilakukan oleh perusahaan atau pemberi kerja.
Lihat Juga :