alexametrics

PNM Salurkan Pembiayaan Mekaar Capai Rp17,5 Triliun

loading...
PNM Salurkan Pembiayaan Mekaar Capai Rp17,5 Triliun
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatat telah menyalurkan pembiayaan Mekaar sebesar Rp17,5 triliun dan terus meningkat. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatat total jumlah nasabah Mekaar telah mencapai 5.808.081 nasabah yang terdiri dari perempuan pra sejahtera pelaku usaha mikro. Adapun PNM telah mencatatkan penyaluran pembiayaan Mekaar sebesar Rp17,5 triliun, dengan total outstanding mencapai Rp 10,6 triliun, atau akumulasi Rp 30,76 triliun.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi menjelaskan, mengenai pencapaian perseroan dalam pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera melalui Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) terus meningkat. "Nasabah Mekaar didampingi oleh 30.805 account officer (AO) atau tenaga pendamping lapangan yang tersebar di 2.169 kantor layanan di seluruh Indonesia," ujar Arief Mulyadi di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Sambung dia melanjutkan, perkembangan produk ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) sebagai solusi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM di tanah air juga terus meningkat. Adapun ULaMM, PNM mencatatkan akumulasi penyaluran sebesar Rp25,5 triliun, dengan nilai outstanding Rp6,7 triliun.



"PNM memiliki 73.172 nasabah aktif ULaMM yang dilayani 690 kantor layanan. Hingga saat ini PNM memiliki total asset Rp24,8 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp21,1 triliun, total ekuitas sebesar Rp2,8 triliun," jelasnya.

Tahun ini PNM juga menorehkan pencapaian Iainnya yaitu kenaikan peringkat dari idA menjadi idA+ (single A plus; stable outlook) atas perusahaan, obligasi berkelanjutan, sukuk mudharabah dan medium term notes. Pemeringkatan ini diberikan oleh Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan berlaku untuk periode 23 Oktober 2019 sampai dengan 1 Mei 2020.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak