PNM Menuju Rekor Dunia, Incar 1 Juta Nasabah Tahun Ini

loading...
PNM Menuju Rekor Dunia, Incar 1 Juta Nasabah Tahun Ini
PNM menargetkan, jumlah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) akan mencapai 10 juta hingga akhir 2021. Foto/Dok
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menargetkan, jumlah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera ( Mekaar ) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) akan mencapai 10 juta hingga akhir 2021. Saat ini total nasabah perseroan mencapai 9,3 juta orang.

Baca Juga: PNM Kejar Pelunasan Utang Jatuh Tempo, Sejumlah Aksi Korporasi Disiapkan

EVP Keuangan dan Operasional PNM, Sunar Basuki mencatat, jika sepanjang tahun ini perseroan mampu menggaet 1 juta nasabah, maka PNM akan menjadi perusahaan permodalan pelat merah dengan jumlah nasabah terbanyak di dunia yakni 10 juta orang. Manajemen pun yakin dan optimis jika target itu mampu direalisasikan.

"Kami optimistis di 2021 ini bisa menyentuh target 10 juta nasabah. Kalau ini tercapai, maka PNM akan membuat rekor, karena pembiayaan mikro dengan jumlah nasabah terbanyak di dunia," ujar Sunar.

Pada kuartal I-2021 total penyaluran kredit bagi UMKM mencapai Rp 11,7 triliun. Kemudian, baki debet mencapai Rp 26,4 triliun, pendapatan Rp 1,76 triliun, hingga laba bersih Rp 186 miliar.



"Total penyaluran sampai dengan triwulan I 2021 adalah Rp 11,7 triliun, kemudian baki debet sebesar Rp 26,4 triliun, pendapatan PNM di triwulan I sudah mencapai Rp 1,76 triliun, dan laba bersih Rp 186 miliar," katanya.

Untuk indikator keuangan lainnya, total aset PNM hingga kuartal I tahun ini mencapai Rp35,3 triliun atau ada kenaikan Rp3 triliun dibandingkan dengan posisi Desember 2020. Sementara total liabilitas Rp 29,5 triliun,m dan ekuitas Rp5,8 triliun.

Disisi lain, manajemen juga akan melakukan sejumlah aksi korporasi untuk menguatkan pendanaan perusahaan. Dalam catatannya, salah satu aksi dengan menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) senilai Rp500 miliar pada kuartal IV-2021.

Sunar menyebut, alternatif investasi itu untuk menambah biaya operasional dan membayar utang perseroan jatuh tempo. Meski baru pertama kali dilakukan, pihaknya cukup antusias.

"Ini baru yang pertama, maka dari itu kita cukup antusias juga menerbitkan KIK EBA. Rencananya akan diterbitkan sebesar Rp500 miliar pada kuartal IV tahun ini," tutur dia.



Baca Juga: Kuartal I/2021, Penyaluran Kredit PNM Capai Rp11,7 Triliun

Manajemen juga akan penerbitan Sukuk Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap I-2021 sebesar Rp2 triliun pada awal kuartal II-2021. Kemudian, obligasi PUB IV tahap I-2021 senilai Rp3 triliun yang diterbitkan di kuartal IV tahun ini.

Sementara, Sukuk Mudharabah V-2021 sebesar Rp3 triliun pada kuartal IV di tahun yang sama. "Dana yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk bayar utang jatuh tempo dan juga untuk modal pengembangan usaha," katanya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top