PNM Menuju Rekor Dunia, Incar 1 Juta Nasabah Tahun Ini
Rabu, 21 April 2021 - 05:31 WIB
loading...
PNM menargetkan, jumlah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) akan mencapai 10 juta hingga akhir 2021. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menargetkan, jumlah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera ( Mekaar ) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) akan mencapai 10 juta hingga akhir 2021. Saat ini total nasabah perseroan mencapai 9,3 juta orang.
Baca Juga: PNM Kejar Pelunasan Utang Jatuh Tempo, Sejumlah Aksi Korporasi Disiapkan
EVP Keuangan dan Operasional PNM, Sunar Basuki mencatat, jika sepanjang tahun ini perseroan mampu menggaet 1 juta nasabah, maka PNM akan menjadi perusahaan permodalan pelat merah dengan jumlah nasabah terbanyak di dunia yakni 10 juta orang. Manajemen pun yakin dan optimis jika target itu mampu direalisasikan.
"Kami optimistis di 2021 ini bisa menyentuh target 10 juta nasabah. Kalau ini tercapai, maka PNM akan membuat rekor, karena pembiayaan mikro dengan jumlah nasabah terbanyak di dunia," ujar Sunar.
Pada kuartal I-2021 total penyaluran kredit bagi UMKM mencapai Rp 11,7 triliun. Kemudian, baki debet mencapai Rp 26,4 triliun, pendapatan Rp 1,76 triliun, hingga laba bersih Rp 186 miliar.
Baca Juga: PNM Kejar Pelunasan Utang Jatuh Tempo, Sejumlah Aksi Korporasi Disiapkan
EVP Keuangan dan Operasional PNM, Sunar Basuki mencatat, jika sepanjang tahun ini perseroan mampu menggaet 1 juta nasabah, maka PNM akan menjadi perusahaan permodalan pelat merah dengan jumlah nasabah terbanyak di dunia yakni 10 juta orang. Manajemen pun yakin dan optimis jika target itu mampu direalisasikan.
"Kami optimistis di 2021 ini bisa menyentuh target 10 juta nasabah. Kalau ini tercapai, maka PNM akan membuat rekor, karena pembiayaan mikro dengan jumlah nasabah terbanyak di dunia," ujar Sunar.
Pada kuartal I-2021 total penyaluran kredit bagi UMKM mencapai Rp 11,7 triliun. Kemudian, baki debet mencapai Rp 26,4 triliun, pendapatan Rp 1,76 triliun, hingga laba bersih Rp 186 miliar.
Lihat Juga :