Mesin Perang Moskow Bakal Mendingin Saat Pemasukan Migas Turun Jadi Rp1.785 Triliun

Selasa, 24 September 2024 - 14:52 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Terungkap, Minyak Rusia Rp30,3 Triliun Masih Mengalir ke Barat

Aliran petrodolar telah membantu Kremlin melanjutkan agresi militernya terhadap Ukraina yang sudah memasuki tahun ketiga, bahkan ketika negara-negara Barat telah menyalurkan miliaran dolar bantuan militer ke Kyiv. Bahkan Barat memberlakukan beberapa gelombang sanksi yang dimaksudkan untuk mengekang pendapatan Rusia dari ekspor energi.

Rusia terus mencoba menghindari pembatasan tersebut, dengan mengumpulkan armada bayangan kapal tanker untuk mengirimkan minyak dan gas alam cair ke klien baru di Asia.

Proyeksi terbaru untuk penurunan pendapatan migas Rusia mencerminkan melemahnya pasar energi global. Harga ekspor rata-rata minyak mentah Rusia diperkirakan turun di bawah USD70 per barel mulai tahun depan, menurut dokumen yang dilihat oleh Bloomberg. Harga kontrak rata-rata untuk ekspor gas nasional juga diperkirakan akan meluncur hingga 2027.

Dalam jangka panjang, minyak mentah mungkin menjadi lebih murah karena permintaan menyusut dan energi terbarukan menjadi lebih populer, menurut proyeksi. Dokumen-dokumen tersebut memuji upaya OPEC+, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, untuk menyeimbangkan kembali pasar minyak dengan memangkas produksi.

Pajak Lebih Rendah

Faktor lain yang berkontribusi terhadap proyeksi penurunan pendapatan minyak dan gas untuk anggaran Rusia tahun 2025 adalah rencana menghapus beban pajak tambahan pada Gazprom, yang telah lama menjadi sumber uang tunai utama bagi pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved