BI : Kebijakan LCS Dinilai Berhasil Hilangkan Ketergantungan Atas Dolar
Rabu, 25 September 2024 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
"Ini bukan dedolarisasi dan anti dollar, artinya kalau begitu kan kita transaksi dengan Amerika itu maunya bukan dengan dollar," terang Triwahyono.
Triwahyono menjelaskan, Indonesia sebelumnya dalam transaksi perdagangan menggunakan dolar secara luar biasa. Padahal, transaksi dagang itu antara Indonesia dan Malaysia, sementara transaksi perdagangan Indonesia dengan AS tidaklah signifikan.
"Pasalnya transaksi perdagangan kita dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand itu berdampak di pasar domestik kita, demand terhadap Dollar meningkat. Unnecessary demand kalau kita bisa bilang, meski tujuannya bukan transaksi dengan Dolar," jelas Triwahyono.
Dia menerangkan, LCS juga dimaksudkan sebagai turunan kebijakan inisiasi antara kerja sama antara tiga bank sentral, yaitu BI dengan Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand. LCS diharapkan menjadi kebijakan transaksi antara Indonesia, Malaysia dan Thailand, tetap menggunakan mata uang lokal.
"Karena memang sebenarnya kita tidak perlu menggunakan Dollar, tetapi kita perlunya rupiah dengan ringgit atau rupiah dengan Thai Baht," jelas Triwahyono.
Triwahyono menjelaskan, Indonesia sebelumnya dalam transaksi perdagangan menggunakan dolar secara luar biasa. Padahal, transaksi dagang itu antara Indonesia dan Malaysia, sementara transaksi perdagangan Indonesia dengan AS tidaklah signifikan.
"Pasalnya transaksi perdagangan kita dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand itu berdampak di pasar domestik kita, demand terhadap Dollar meningkat. Unnecessary demand kalau kita bisa bilang, meski tujuannya bukan transaksi dengan Dolar," jelas Triwahyono.
Dia menerangkan, LCS juga dimaksudkan sebagai turunan kebijakan inisiasi antara kerja sama antara tiga bank sentral, yaitu BI dengan Bank Negara Malaysia dan Bank of Thailand. LCS diharapkan menjadi kebijakan transaksi antara Indonesia, Malaysia dan Thailand, tetap menggunakan mata uang lokal.
"Karena memang sebenarnya kita tidak perlu menggunakan Dollar, tetapi kita perlunya rupiah dengan ringgit atau rupiah dengan Thai Baht," jelas Triwahyono.
Lihat Juga :