Putin: Ekonomi Barat Menuju Keruntuhan, BRICS Akan Jadi Pusat Pertumbuhan

Jum'at, 27 September 2024 - 13:43 WIB
loading...
Putin: Ekonomi Barat...
Negara-negara BRICS dan mitranya diyakini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global di masa depan. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ekonomi negara-negara Barat terkemuka telah memasuki era penurunan yang tidak dapat diubah lagi. Sementara, negara-negara BRICS dan mereka yang bekerja sama dengan kelompok tersebut menurutnya akan menjadi pendorong utama pertumbuhan global di masa mendatang.

Prediksi itu diungkapkan Putin saat berbicara di forum "Russian Energy Week 2024". Putin mengatakan model pembangunan multipolar baru sedang dibentuk, yang akan memimpin pertumbuhan sepanjang abad ke-21 "Dan ini tidak terpusat di Eropa, maupun di Amerika Utara," tegasnya, seperti dilansir Russia Today, Jumat (27/9/2024).

Putin mengatakan, pilar-pilar ekonomi Barat yang kuat memang akan membuat perlambatan ekonomi menjadi proses yang panjang. Namun demikian, orang nomor satu di Rusia itu meyakini bahwa Barat akankehilangan posisi mereka di antara ekonomi dunia.

Baca Juga: Putin Sebut Ada 34 Negara Baru yang Resmi Melamar ke BRICS

"Pertumbuhan utama akan terkonsentrasi di negara-negara BRICS dan negara-negara yang ingin bergabung dengan kelompok kami – mereka yang melihat prospek kemitraan yang setara yang mempertimbangkan kepentingan nasional," tandasnya.

Prediksi tersebut menurutnya bukan hanya sesumbar tanpa bukti. Putin mengingatkan, pada tahun 1992, negara-negara yang kemudian menjadi anggota BRICS hanya menyumbang 16% dari PDB global, tetapi kini porsi mereka telah melampaui G7. Menurut Bank Dunia, PDB kumulatif kelompok tersebut berdasarkan paritas daya beli mencapai lebih dari 35% dari total global pada tahun 2023. Sementara, kelompok negara-negara kaya G7 kini "hanya" menyumbang 29% dari PDB global.

Baca Juga: Israel Tolak Gencatan Senjata, Gempur Hizbullah dengan Kekuatan Penuh

Menurut pemimpin Rusia tersebut, BRICS bermaksud menciptakan platform pembangunan yang efektif dan bebas dari campur tangan eksternal. Ia menunjuk pada rencana pembentukan sistem pembayaran dan penyelesaian independen untuk memfasilitasi perdagangan luar negeri antar-anggota kelompok. "Negara-negara sahabat sudah menyumbang 90% dari ekspor energi Rusia," imbuh presiden tersebut.

Didirikan pada tahun 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, organisasi tersebut diikuti oleh Afrika Selatan pada tahun 2011. Pada tahun 2024, kelompok tersebut berkembang lebih jauh hingga mencakup Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia. Pada pertengahan September, Putin mengatakan bahwa sebanyak 34 negara telah menyatakan minatnya pada BRICS, di mana diskusi sedang berlangsung tentang potensi kemitraan.

Pangsa BRICS dalam ekonomi global pun terus meningkat tahun lalu, sementara pangsa G7 – yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Italia, dan Jepang – terus menyusut. Data Bank Dunia menunjukkan, tahun lalu pangsa BRICS meningkat sebesar 0,6% sementara pangsa G7 turun sebesar 0,4%.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Putin Isyaratkan Rudal...
Putin Isyaratkan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia akan Gempur Ukraina Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved