alexametrics

Mau Ada MotoGP, Infrastruktur Mandalika Masih Terkendala Lahan

loading...
Mau Ada MotoGP, Infrastruktur Mandalika Masih Terkendala Lahan
Masterplan proyek sirkuit Mandalika. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah saat ini semakin gencar mempersiapkan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk menjadi tuan rumah ajang MotoGP 2021.

Untuk menyukseskan pembangunan sirkuit yang digadang-gadang menjadi street circuit pertama di dunia, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) secara resmi membentuk Mandalika Grand-Prix Assosiation (MGPA) untuk membangun infrastruktur tersebut.

Sayangnya, infrastruktur di Mandalika masih terhambat. Direktur Konstruksi dan Operasi Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC, Ngurah Wirawan, mengatakan pembebasan lahan masih menjadi kendala bagi proyek pembangunan sirkuit Mandalika. Akhir November, pembebasan untuk sekitar 10 bidang lahan masih belum beres.



"Sebenarnya enggak sampai 3 hektar lagi dibebaskan. Sedangkan luas lahan untuk sirkuit kan 50 hektar," ujar Ngurah di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Jumat (29/11/2019).

Dia melanjutkan proses pembayaran untuk pembebasan lahan masih berjalan. Meski belum seluruhnya kelar, Ngurah mengklaim pihaknya sudah memperoleh persetujuan dari masyarakat setempat.

"Mandalika tengah disiapkan sebagai lokasi sirkuit MotoGP pada 2021. Saat ini, proses ground work untuk pembangunan fisiknya telah menyentuh 30%. Kontraktor sedang mengerjakan struktur fondasi yang diperkirakan rampung pada akhir November," jelasnya.

Menurut Ngurah, pelapisan aspal akan dikerjakan bertahap hingga Agustus 2019. Setelah rampung, lintasan MotoGP bakal diperiksa Federation Internationale de Motocyclisme atau FIM.

"Setelah itu akan dilakukan struktur pemadatan. Kalau sebagian segmen sudah selesai akhir Januari, pelapisan aspal akan dilaksanakan pelan-pelan," tuturnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak