Dampak Positif dan Negatif dari Fenomena Gig Economy

Sabtu, 28 September 2024 - 14:18 WIB
loading...
Dampak Positif dan Negatif...
Tren informalisasi tenaga kerja yang terjadi belakangan ini bisa dipandang dari kacamata positif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira turut menyoroti adanya fenomena ekonomi gig atau gig economy.

Meski dianggap sebagai tantangan bagi tenaga kerja, Bhima menilai tren informalisasi tenaga kerja yang terjadi belakangan ini bisa dipandang dari kacamata positif.

Baca Juga : Kelas Menengah Mode Survival, Alarm Bagi Ekonomi Indonesia

"Gig economy disatu sisi menawarkan kesempatan kerja yang fleksibel, dan menjadi pilihan dikala terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor ekonomi formal," jelasnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (28/9/2024).

Apalagi saat ini industri tengah mengalami perlambatan sehingga banyak pegawai yang mengalami PHK dan menjadi pengangguran. Hal ini yang pada akhirnya menciptakan fenomena gig economy.

"Tidak ada batasan usia juga membuat gig economy diminati oleh pekerja termasuk usia lansia. Gig economy bisa mendorong pekerja multi tasking atau mengerjakan beberapa kontrak sekaligus," urai Bhima.

Namun diakuinya bahwa gig economy ini juga memiliki kekurangan seperti perlindungan yang minim bagi para pekerja.

"Di sektor ojol asuransi kecelakaan kerja, dana pensiun, hingga kepastian upah minimum kan tidak ada. Pekerja di gig economy yang sifatnya low skilled labor semakin tertekan saat biaya hidup naik dibanding pekerjaan di sektor formal," pungkas Bhima.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah memperingatkan fenomena gig economy atau ekonomi paruh waktu ini sebagai salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia.

Hal itu lantaran memungkinkan perusahaan memilih mempekerjakan karyawan paruh waktu maupun pekerja dengan kontrak jangka pendek seperti freelancer.

"Gig economy. Hati-hati dengan ini, ekonomi serabutan, ekonomi paruh waktu. Kalau tidak dikelola dengan baik, ini akan menjadi tren," kata Presiden Jokowi pada pembukaan Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXII dan Seminar Nasional 2024 di Jakarta, Kamis (19/9/2024) lalu.

Baca Juga : Banyak Pekerja Tersapu Badai PHK, Pemerintah Perlu Bertindak Cepat

Sekedar informasi, Gig economy adalah segmen perekonomian di bidang jasa berdasarkan fleksibilitas dan bersifat temporer. Gig economy membentuk sistem pasar tenaga kerja yang diisi oleh pekerja lepas, kontrak, atau freelance.

Gig economy menjadi fenomena yang kian luas setelah sektor digital bertransformasi, di mana batasan wilayah dan waktu tidak lagi menjadi hambatan. Oleh sebab itu, karakterisasinya adalah fleksibel dan temporer.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Konten Kreator hingga...
Konten Kreator hingga Monetisasi Sosmed Masuk Jenis Usaha Baru, Bisa Kantongi NIB per Juni 2026
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
UBM Bahas Tren Tenaga...
UBM Bahas Tren Tenaga Kerja Pariwisata Global di Studium Generale 2026
Rekomendasi
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved