Inovasi Sosial PHE Jambi Merang Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Minggu, 29 September 2024 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, PHE Jambi Merang juga membentuk kelompok tanggap api Ketan Adem di Desa Mendis yang terdiri atas 30 anggota. Selain pelatihan kebakaran, kelompok ini juga berternak kambing, di mana limbah air seni kambing kemudian diolah menjadi pupuk organik yang digunakan untuk pertanian.
Pertanian di Desa Mendis menghasilkan berbagai tanaman seperti cabai, kangkung, dan kacang panjang, dengan penghasilan per siklus panen mencapai Rp1,35 juta hingga Rp2,1 juta. Program pupuk organik ini berhasil menghemat biaya pupuk dan air hingga 90%.
Pengolahan limbah organik, khususnya dari rumah tangga, juga dilakukan oleh kelompok Arto Makmur untuk pakan ikan, dengan konsep keramba apung di Sungai Lalan. "Budidaya maggot menjadi solusi atas mahalnya pakan ikan serta pengelolaan limbah organik yang berlebih," tuturnya.
Beragam program pemberdayaan tersebut berhasil menjaga ketahanan desa terhadap kekeringan dan kebakaran hutan. Kepala Desa Mendis Sugianto mengapresiasi program-program yang sejalan dengan kebutuhan desa ini, yang juga turut mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pertanian di Desa Mendis menghasilkan berbagai tanaman seperti cabai, kangkung, dan kacang panjang, dengan penghasilan per siklus panen mencapai Rp1,35 juta hingga Rp2,1 juta. Program pupuk organik ini berhasil menghemat biaya pupuk dan air hingga 90%.
Pengolahan limbah organik, khususnya dari rumah tangga, juga dilakukan oleh kelompok Arto Makmur untuk pakan ikan, dengan konsep keramba apung di Sungai Lalan. "Budidaya maggot menjadi solusi atas mahalnya pakan ikan serta pengelolaan limbah organik yang berlebih," tuturnya.
Beragam program pemberdayaan tersebut berhasil menjaga ketahanan desa terhadap kekeringan dan kebakaran hutan. Kepala Desa Mendis Sugianto mengapresiasi program-program yang sejalan dengan kebutuhan desa ini, yang juga turut mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
(fjo)
Lihat Juga :