Mengintip Keistimewaan Bendungan Rp2,7 Triliun Garapan Waskita di NTT
Selasa, 01 Oktober 2024 - 08:45 WIB
loading...
Waskita Karya telah merampungkan pembangunan bendungan Temef untuk menjadi yang terbesar di Nusa tenggara Timur. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah merampungkan pembangunan bendungan Temef untuk menjadi yang terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) . Letak bendungan itu yang mencakup tiga desa pada dua kecamatan, yakni Desa Oenino dengan Desa Pane Utara, Kecamata Oenino, serta Desa Konbaki, Kecamatan Polen diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Waskita Karya Kebut Pembangunan Bendungan Terbesar di NTT
Sementara panjang puncaknya mencapai 535 meter (m) dengan tinggi 54,35 m. Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita mengatakan, Bendungan Temef memiliki luas genangan 297,78 hektare (ha). Maka dapat menampung air hingga 45,78 juta meter kubik (m3).
“Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang mempunyai curah hujan lebih rendah dibandingkan daerah lain. Maka pembangunan bendungan diikuti pula oleh pembangunan jaringan irigasinya,” ujarnya di Jakarta.
Nantinya kata dia, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir pada area hilir bendungan. Disebutkan, Bendungan Temef mampu mereduksi banjir di Kabupaten Malaka sebesar 15%.
Baca Juga: Bendungan Leuwikeris Garapan Waskita Habiskan Rp3,5 T, Mampu Reduksi Banjir 25 Tahunan
Pembangunan Bendungan Temef, kata dia, memiliki keistimewaan dibandingkan bendungan lain. Pasalnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu menjadi bendungan pertama yang menggunakan teknologi digital In Place Inclinometer (IPI) berupa aplikasi, sehingga memudahkan proses monitoring pekerjaan proyek.
Baca Juga: Waskita Karya Kebut Pembangunan Bendungan Terbesar di NTT
Sementara panjang puncaknya mencapai 535 meter (m) dengan tinggi 54,35 m. Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita mengatakan, Bendungan Temef memiliki luas genangan 297,78 hektare (ha). Maka dapat menampung air hingga 45,78 juta meter kubik (m3).
“Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang mempunyai curah hujan lebih rendah dibandingkan daerah lain. Maka pembangunan bendungan diikuti pula oleh pembangunan jaringan irigasinya,” ujarnya di Jakarta.
Nantinya kata dia, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir pada area hilir bendungan. Disebutkan, Bendungan Temef mampu mereduksi banjir di Kabupaten Malaka sebesar 15%.
Baca Juga: Bendungan Leuwikeris Garapan Waskita Habiskan Rp3,5 T, Mampu Reduksi Banjir 25 Tahunan
Pembangunan Bendungan Temef, kata dia, memiliki keistimewaan dibandingkan bendungan lain. Pasalnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu menjadi bendungan pertama yang menggunakan teknologi digital In Place Inclinometer (IPI) berupa aplikasi, sehingga memudahkan proses monitoring pekerjaan proyek.
Lihat Juga :