Amerika Sebut IMF Terlalu Lembek Terhadap China

Rabu, 02 Oktober 2024 - 14:53 WIB
loading...
Amerika Sebut IMF Terlalu...
IMF dinilai terlalu lembut dalam hal mengkritik kebijakan ekonomi China dan seharusnya mengungkapkan sepenuhnya soal jaminan pembiayaan yang diberikan oleh China. Foto/Dok AP
A A A
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau IMF dinilai terlalu lembut dalam hal mengkritik kebijakan ekonomi China dan seharusnya mengungkapkan sepenuhnya soal jaminan pembiayaan yang diberikan oleh China. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat senior Kementerian Keuangan AS.

Wakil Menteri Keuangan AS bidang keuangan internasional, Brent Neiman mengatakan, IMF sudah gagal menerapkan ketelitian dalam analitik kepada kebijakan industri China.

Baca Juga: Pasien IMF sejak 1958, Pakistan Kembali Dapatkan Pinjaman Rp105,5 Triliun

Mengapa Ini Penting

Berbicara pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh think tank keuangan OMFIF, Neiman memberikan kritik yang luar biasa terhadap pendekatan IMF terhadap China menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia akhir bulan ini.

Departemen Keuangan mengelola kepemilikan saham AS yang dominan di IMF dan telah berulang kali memperingatkan China tentang kelebihan kapasitas industri, transfer teknologi, dan praktik mata uangnya selama setahun terakhir. Termasuk saat Menteri Keuangan Janet Yellen melakukan lawatan ke China saat tarif AS yang lebih tinggi berlaku minggu lalu.

Baca Juga: Mantan Perwakilan IMF Sebut Dolar Mata Uang Berbahaya, Ini Alasannya

Neiman mengatakan, IMF perlu menjadi "pemberi kabar kebenaran yang kejam," tetapi penilaian ekonomi tahunannya terhadap China tidak memberikan perhatian yang memadai pada nilai tukar dan kebijakan industri.

"IMF tidak secara terbuka mengomentari peran bank milik negara dalam mengelola nilai tukar China atau mengapa perubahan dalam neraca Bank Rakyat China tidak sejalan dengan transaksi cadangan dalam data neraca pembayaran China," kata Neiman.

Dilansir Reuters, seorang juru bicara IMF belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Sementara itu IMF dan Bank Dunia akan menilai sejumlah kebijakan pada 21 Oktober, mendatang di pertemuan tahunan mereka di Washington.

Neiman juga mengkritik IMF kurang transparansi dalam mengungkapkan jaminan pembiayaan eksternal yang diberikan oleh China dan negara-negara lain untuk melengkapi program pinjaman IMF. Jaminan semacam itu diberikan dalam program belum lama ini terhadap Argentina, Ekuador dan Suriname, yang tidak disampaikan atau tertunda secara signifikan, katanya.

Sebagai informasi, IMF pekan lalu menyetujui program pinjaman USD7 miliar untuk Pakistan yang mencakup jaminan pembiayaan dari China, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, tetapi menolak untuk memberikan rincian tentang jaminan tersebut.

Neiman mengatakan IMF juga hanya menyebut China sebagai "kreditur bilateral utama" dalam dokumen programnya, Ia menambahkan bahwa "kesopanan" seperti itu dapat mengurangi insentif bagi kreditur untuk menghormati jaminan mereka tepat waktu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved