Kinerja Makin Solid, Pelindo Lunasi Global Bond USD 500 Juta

Rabu, 02 Oktober 2024 - 14:14 WIB
loading...
Kinerja Makin Solid,...
Pelindo berhasil melakukan pelunasan atas Global Bonds 2024 (PLBIIJ 2024) sebesar USD 500 juta atau Rp7,5 triliun yang jatuh tempo pada 1 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Pelindo ke-3.
A A A
JAKARTA - Pelindo berhasil melakukan pelunasan atas Global Bonds 2024 (“PLBIIJ 2024”) sebesar USD 500 juta atau Rp7,5 triliun yang jatuh tempo pada 1 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Pelindo ke-3. Pelunasan tersebut dilakukan dengan mengoptimalisasi penggunaan kas internal sebesar ± USD 170 juta atau Rp2,5 triliun dan sisanya bersumber dari pinjaman Bank Mandiri dan Bank BTPN sebesar ± USD 330 juta atau Rp5 triliun (asumsi kurs Rp15.000).

Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo, menjelaskan bahwa sejalan dengan pertumbuhan bisnis Pelindo pasca-merger, Pelindo akan terus berupaya untuk melakukan penurunan utang melalui optimalisasi kemampuan kas internal. Dengan demikian, kinerja dan postur keuangan Pelindo diharapkan menjadi lebih baik dan solid dari tahun ke tahun. Sebelumnya, perseroan telah melakukan pelunasan utang sebesar Rp10,25 triliun.

"Dengan dilakukannya pelunasan utang Global Bonds tersebut, maka tiga tahun pasca merger telah dilakukan penurunan pinjaman Pelindo dengan nilai total sebesar Rp12,75 triliun,” ujar Arif.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan Pelindo Mega Satria menambahkan bahwa efisiensi operasional dan optimalisasi penggunaan kas internal menjadi faktor pendorong penurunan utang. Hal ini merupakan bentuk kemampuan keuangan Pelindo dan bagian dari pelaksanaan inisiatif strategis pasca merger untuk menurunkan rasio utang dan meningkatkan efisiensi korporasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

"Keberhasilan pelunasan Global Bonds 2024 ini menunjukkan bentuk komitmen korporasi kepada para investor global sekaligus memperkuat posisi Pelindo di pasar internasional serta mencerminkan kredibilitas perusahaan yang semakin kuat," kata Mega menegaskan.

Kinerja keuangan Pelindo juga mendapatkan penilaian positif dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu Rating "Baa2” dari Moody’s Rating Agency pada tahun 2023 dan rating “BBB” dari Fitch Rating Agency pada tahun 2024, yang menunjukkan bahwa perseroan memiliki outlook stabil serta memiliki kemampuan yang memadai dalam memenuhi komitmen jangka panjang.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger Empat Perusahaan Pengelola Aset BUMN
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
Rekomendasi
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved