Butuh 10,2 Juta Ton di 2025, Ekosistem Biomassa di Tasikmalaya Dikembangkan
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 06:05 WIB
loading...
Peluncuran program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya. FOTO/Dok.
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan ketersediaan biomassa sebagai bahan baku co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dapat dipenuhi.
Diketahui, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa untuk co-firing sebesar 2,2 juta ton pada tahun 2024. Jumlah ini direncanakan meningkat menjadi 10,2 juta ton pada tahun 2025, guna memenuhi kebutuhan biomassa di 52 PLTU yang dimiliki oleh PLN.
Baca Juga: PLTU Batubara Jadi Disuntik Mati? Ini Kata Bahlil
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, dalam upaya ini, PLN EPI salah satunya telah meluncurkan program "Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu" di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasik Malaya. Selain untuk memastikan ketersediaan biomassa ke depan, program ini juga bertujuan mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan lahan kritis.
"Biomassa yang selama ini digunakan oleh PLN EPI sebagian besar berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. Karena kebutuhannya terus meningkat, kami melihat adanya peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi ini guna mendongkrak pendapatan ekonomi lokal," ujar Iwan Agung dalam keterangannya, Jumat (4/10/2024).
Diketahui, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa untuk co-firing sebesar 2,2 juta ton pada tahun 2024. Jumlah ini direncanakan meningkat menjadi 10,2 juta ton pada tahun 2025, guna memenuhi kebutuhan biomassa di 52 PLTU yang dimiliki oleh PLN.
Baca Juga: PLTU Batubara Jadi Disuntik Mati? Ini Kata Bahlil
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, dalam upaya ini, PLN EPI salah satunya telah meluncurkan program "Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu" di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Tasik Malaya. Selain untuk memastikan ketersediaan biomassa ke depan, program ini juga bertujuan mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan lahan kritis.
"Biomassa yang selama ini digunakan oleh PLN EPI sebagian besar berasal dari limbah pertanian dan perkebunan. Karena kebutuhannya terus meningkat, kami melihat adanya peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi ini guna mendongkrak pendapatan ekonomi lokal," ujar Iwan Agung dalam keterangannya, Jumat (4/10/2024).
Lihat Juga :