Butuh 10,2 Juta Ton di 2025, Ekosistem Biomassa di Tasikmalaya Dikembangkan
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Israel Padam Listrik setelah Serangan 220 Roket Hizbullah
Iwan Agung menambahkan, pengembangan biomassa tidak hanya penting untuk menyediakan energi bersih, tetapi juga menciptakan efek ganda dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program pertanian terpadu yang memanfaatkan lahan kritis.
"Kami akan mengembangkan tanaman Indigofera, atau dikenal juga sebagai tarum, yang dapat dijadikan sebagai sumber pakan ternak dan bahan baku biomassa. Dengan sistem tumpang sari, tanaman ini juga berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah," tuturnya.
Iwan menekankan bahwa melalui program ini, PLN berharap dapat membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
"Batang dan ranting dari tanaman akan digunakan sebagai bahan baku biomassa, sementara daunnya dapat dimanfaatkan oleh peternakan lokal," jelasnya.
Iwan Agung menambahkan, pengembangan biomassa tidak hanya penting untuk menyediakan energi bersih, tetapi juga menciptakan efek ganda dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program pertanian terpadu yang memanfaatkan lahan kritis.
"Kami akan mengembangkan tanaman Indigofera, atau dikenal juga sebagai tarum, yang dapat dijadikan sebagai sumber pakan ternak dan bahan baku biomassa. Dengan sistem tumpang sari, tanaman ini juga berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah," tuturnya.
Iwan menekankan bahwa melalui program ini, PLN berharap dapat membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
"Batang dan ranting dari tanaman akan digunakan sebagai bahan baku biomassa, sementara daunnya dapat dimanfaatkan oleh peternakan lokal," jelasnya.
(fjo)
Lihat Juga :