alexametrics

Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Tampung 7 Juta Penumpang

loading...
Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Tampung 7 Juta Penumpang
PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mulai mengoperasikan terminal baru di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BANJAR MASIN - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mulai mengoperasikan terminal baru di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin. Terminal yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2020 ini dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp2 triliun.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, pada 2018 jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sudah mencapai 3,9 juta penumpang. Sementara kapasitas ideal terminal lama hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun. Dengan adanya terminal baru ini, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin memiliki kapasitas 7 juta penumpang pertahun atau hampir lima kali lebih besar dari terminal lama.

“Apalagi pada momen libur natal dan tahun baru kali ini, masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan sudah dapat menikmati fasilitas terminal penumpang yang serba modern, lebih luas, dan lebih nyaman,” kata Faik Fahmi di sela kunjungannya ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, kemarin.



Hadirnya terminal baru ini, lanjut Faik, merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I kepada penguna jasa bandara serta masyarakat Kalimantan Selatan untuk meningkatkan layanan kebandarudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengenyampingkan aspek keselamatan dan keamanan.

“Selain itu, pengoperasian terminal baru ini juga merupakan bentuk kontribusi kami dalam merespon perkembangan perekonomian Kalimantan Selatan,” imbuhnya. Pengoperasian perdana terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin ini juga ditandai dengan seremoni pengalungan bunga dan pemberian suvenir kepada penumpang pesawat yang berangkat dan mendarat pertama melalui terminal baru.

Penerbangan pertama yang melalui terminal baru yaitu Lion Air JT311 tujuan Jakarta pukul 06.00 WITA. Sedangkan kedatangan perdana yang melalui terminal baru ini yaitu Garuda Indonesia GA 530 dari Jakarta yang mendarat pukul 07.25 WITA.

Kemegahan sekaligus kekayaan bumi Kalimantan terlihat pada desain bandara yang menyerupai intan permata dengan bentuk atap yang menyerupai perahu jukung yang juga merupakan salah satu ciri khas Kalimantan Selatan. Oleh karena itu bandara ini juga disebut sebagai ‘Jewel of Borneo’.

‘Jewel of Borneo’ hadir dengan sisi modern melalui peralatan mutakhir berstandar internasional di area seluas 77.562 meter persegi yang mampu menampung 7 juta penumpang per tahun serta apron atau tempat parkir pesawat yang dapat menampung 14 pesawat narrow body.

Fasilitas berupa 3 garbarata (aviobridge), 42 check-in counter, dan 4 baggage conveyor disiapkan untuk semakin menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang. Selain itu, tersedia area parkir seluas 34.360 meter persegi yang mampu menampung 1.524 kendaraan roda empat dan 720 kendaraan roda dua serta masjid yang sebelumnya hanya bisa menampung 200 orang menjadi 1.186 orang.

“Hal ini dipersembahkan sebagai wujud komitmen Angkasa Pura I untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa Bandara Internasional Syamsudin Noor,” ungkap Faik. Faik menambahkan, optimisme pengembangan Bandara Syamsudin Noor melalui perluasan terminal diharapkan bisa direspon dengan pertumbuhan ekonomi kawasan Banjarmasin dimana Pemerintah Daerah sendiri memiliki banyak kegiatan kepariwisataan dan even lain yang bersifat domestik dan internasional.

“Kami optimis bandara ini akan menjadi pendorong perekonomian sebagai aksebikitas pergerakan masyarakat dari dan ke Banjarmasin. Bukan hanya potensi ekonominya yang besar, namun juga ada banyak kegiatan yang akan mendukung pergerakan masyarakat melalui kegiatan atau even yang bersifat domestik maupun internasional,” pungkasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak