alexametrics

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Moderat di Tengah Tantangan Global

loading...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Moderat di Tengah Tantangan Global
Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia moderat di tengah gejolak global. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit melambat menjadi 5% pada kuartal III/2019 dari 5,1% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan investasi juga mengalami pelemahan lebih lanjut akibat menurunnya harga komoditas yang signifikan.

Menurut laporan Bank Dunia, pada kuartal III/2019, pendorong utama pertumbuhan juga mengalami pergeseran. Sementara konsumsi total melambat, melemahnya permintaan domestik menyebabkan penurunan impor dalam jumlah besar yang mendukung pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut.

"Meski demikian kondisi makroekonomi Indonesia tetap kuat," ujar World Bank Acting Country Director untuk Indonesia dan Timor-Leste Rolande Pryce di Jakarta, Rabu (11/12/2019).



Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, adanya penciptaan lapangan kerja yang kuat, inflasi yang rendah, serta perluasan program bantuan sosial, dinilai berkontribusi pada turunnya tingkat kemiskinan hingga 9,4%, yang merupakan rekor terendah, pada bulan Maret tahun ini.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan tumbuh 5% pada 2019 dan kemudian naik menjadi 5,1% pada 2020. Proyeksi ini didasarkan pada berkurangnya ketegangan perdagangan internasional dan berkurangnya ketidakpastian politik dalam negeri.
"Namun, risiko terhadap prospek pertumbuhan nasional masih signifikan," imbuhnya.

Ketegangan perdagangan yang berkepanjangan dinilai bisa membawa risiko bagi harga komoditas dan sentimen bisnis global. Sedangkan risiko perlambatan ekonomi China lebih lanjut juga berpotensi mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, sistem perlindungan sosial dinilai dapat mendukung pemerintah mencapai visinya sebagai negara berpenghasilan tinggi dan mengurangi tingkat kemiskinan hingga mendekati nol pada tahun 2045.
"Diperlukan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan efisien untuk mencapai pertumbuhan keberlanjutan dan merata di Indonesia," imbuhnya.

World Bank Lead Economist for Indonesia Frederico Gil Sander mengungkapkan, perlindungan sosial sangat penting bagi Indonesia untuk menciptakan angkatan kerja kelas dunia. Sistem perlindungan sosial yang modern, inklusif dan efisien dapat membantu menciptakan, mempekerjakan, dan melindungi modal manusia.

Namun, untuk mencapai sasaran tersebut, program perlindungan sosial yang ada saat ini menurutnya perlu berkembang dan beradaptasi dengan tren demografi, teknologi, dan lingkungan. Untuk mencapainya, Indonesia bisa menerapkan sebuah sistem perlindungan sosial yang memberi jaminan perlindungan minimal sejak anak-anak hingga usia lanjut melalui paket program bantuan sosial yang terkoordinasi.

"Jaminan minimal tersebut bisa disertai dengan program asuransi sosial untuk menjaga pemasukan keluarga dan menjaga terhadap berbagai risiko di usia lanjut juga saat tidak memiliki pekerjaan," tambahnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak