Rusia Kejar Rekor Pendapatan, Bakal Kantongi Rp1.783 Triliun dari Jualan Minyak dan Gas

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 19:59 WIB
loading...
Rusia Kejar Rekor Pendapatan,...
Pendapatan energi Rusia berpeluang mencapai level rekor tertinggi tahun ini, didukung oleh lonjakan harga minyak. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Pendapatan energi Rusia berpeluang mencapai level rekor tertinggi tahun ini, didukung oleh lonjakan harga minyak mentah . Menurut lembaga think tank, Institute for Energy and Finance Foundation (FIEF) bahwa keuntungan minyak dan gas yang dirasakan Rusia telah meningkat tajam tahun ini.

Baca Juga: Sukses Tikung Embargo Barat, Pendapatan Minyak Rusia Melonjak

Direktur Riset FIEF, Aleksey Belogoriev memaparkan, pendapatan dari ekspor minyak melonjak 63% sepanjang periode Januari-Juli 2024 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, dengan total mencapai USD67,5 miliar.

Hal ini disampaikan peneliti saat Forum Energi Timur Jauh "Minyak dan Gas Sakhalin" pada hari Jumat (4/10/2024). Ditambahkan juga olehnya, pendapatan gas meningkat 13% menjadi USD12,6 miliar.

"Pendapatan (minyak dan gas) tahun ini akan lebih rendah dari rekor tahun 2022, namun bakal menjadi tertinggi kedua dalam sejarah," kata Belogoriev.

Proyeksi tersebut didasarkan pada harga ekspor rata-rata minyak, dan pendapatan yang relatif rendah yang diposting pada paruh pertama tahun 2023. Baca Juga: Harga Murah, India Berencana Terus Membeli Minyak Rusia

Pada bulan Januari, satu barel minyak mentah campuran Ural andalan Rusia berharga rata-rata USD60 per barel, tetapi harganya kemudian berangsur naik dengan mantap, hingga mencapai USD84 pada bulan April. Selanjutnya di bulan Juli, minyak mentah Rusia diperdagangkan sekitar USD80 per barel.

Peningkatan ini terjadi, meskipun ada rentetan sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia oleh AS, Uni Eropa, dan sekutu mereka sejak ketegangan antara Moskow dan Kiev meningkat menjadi operasi militer di Ukraina pada tahun 2022.

Pembatasan tersebut termasuk embargo minyak Rusia yang diangkut melalui laut, bersama dengan pembatasan harga USD60 per barel untuk jenis minyak mentah lainnya.

Negara-negara Uni Eropa sejauh ini dinilai gagal memberikan sanksi kepada gas alam Rusia, meski mulai menghindarinya. Sebagai tanggapan, Moskow mengalihkan pasokan energinya ke Asia, terutama ke India dan China, untuk mengkompensasi hilangnya beberapa pelanggan asal Barat.

Menurut data terbaru dari Kementerian Keuangan yang dirilis pada hari Kamis, kemarin menerangkan, pendapatan minyak dan gas Rusia tumbuh sebesar 49,4% pada periode Januari-September secara year-on-year. Kementerian memperkirakan pendapatan minyak dan gas mencapai 10,99 triliun rubel (USD116 miliar) tahun ini yang jika dirupiahkan mencapai Rp1.783 triliun (Kurs Rp15.376 per USD).

Pada tahun 2022, anggaran Rusia menerima 11,586 triliun rubel (setara USD165 miliar pada nilai tukar pada saat itu) dari ekspor energi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Rekomendasi
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved