Sejak Awal 2024, China Kubur Surat Utang AS Rp329 Triliun

Minggu, 06 Oktober 2024 - 10:41 WIB
loading...
Sejak Awal 2024, China...
China telah membuang miliaran dolar obligasi AS sejak awal 2024. FOTO/thestreet.com
A A A
JAKARTA - China telah membuang lebih dari USD21 miliar atau setara Rp329 triliun obligasi AS sejak awal 2024. Data ini disorot oleh aksi jual terbesar yang diprakarsai oleh China yang pernah tercatat dengan USD53,3 miliar dibuang pada kuartal I-2024. Data dari kuartal III-2024 belum dikompilasi tetapi dengan harga saat ini dapat menambah USD5 miliar-USD10 miliar lebih banyak yang dibuang oleh pendiri BRICS tahun ini.

China dan negara-negara BRICS lainnya telah melepas obligasi AS senilai miliaran dolar AS sejak tahun 2022. Negara komunis ini memiliki rekor dumping tertinggi dalam dua tahun terakhir. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa negara-negara BRICS dan negara berkembang lainnya ingin beralih dari kepemilikan aset AS dalam cadangan devisa mereka. Greenback telah menderita akibat dedolarisasi dan inflasi selama periode tahun yang sama.

Baca Juga: Media Israel: Netanyahu Kabur dan Ngumpet di Bunker karena Serangan Roket Hizbullah

Kini, semakin banyak negara di seluruh dunia yang mengincar BRICS sebagai alternatif agar tidak mengalami nasib yang sama di tangan dolar AS. Utang AS mencapai lebih dari USD35,6 triliun pada 2024, yang banyak ditakuti oleh para pendukung USD dan daya tarik negara-negara BRICS.

China telah menjadi salah satu promotor terbesar dedolarisasi, menggunakan mata uang Yuan dan mata uang lokal dalam perdagangan dengan negara-negara lain. Selain itu, saat mereka menjual treasury, China juga secara besar-besaran mengakumulasi emas dalam cadangannya. China dan aliansi BRICS adalah pembeli emas terbesar di tahun 2022, 2023, dan bahkan 2024. Tahun lalu saja, China membeli beberapa ton emas senilai USD550 miliar untuk cadangannya. Hal ini sesuai dengan narasi yang sudah lama beredar bahwa mata uang BRICS yang baru akan didukung oleh logam mulia.

Baca Juga: Siapkan Kejutan Baru, Rusia Peringatkan Barat Tak Ganggu KTT BRICS di Kazan

China dan BRICS bergerak semakin menjauh dari dolar AS, treasury, dan obligasi utang pemerintah. Stephen Chiu, Kepala Ahli Strategi Valuta Asing dan Nilai Tukar Asia di Bloomberg Intelligence meyakini bahwa hal ini akan terus berlanjut, terutama seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan BRICS. "Penjualan surat-surat berharga AS oleh China dapat meningkat seiring dengan berlanjutnya perang dagang AS-China," ujar dia diansir dari Watcher Guru, Minggu (6/10/2024).

Hal ini terutama berlaku jika calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, terpilih pada bulan November ini. Oleh karena itu, BRICS dan China terpaksa menjual surat-surat berharga AS sebelum hal itu terjadi untuk mendapatkan keuntungan setelah pemilihan umum AS tahun ini.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Rekomendasi
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved