Konferensi Internasional Tunnel 2024 di Bandung Perkuat Kolaborasi
Minggu, 06 Oktober 2024 - 20:37 WIB
loading...
Konferensi Internasional Tunnel 2024 di Bandung dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai negara. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - International Tunneling and Underground Space Association (ITA-AITES) dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sukses menyelenggarakan Konferensi Internasional Tunnel 2024 di Bandung. Konferensi ini digelar untuk memperkuat kolaborasi sekaligus sebagai ajang berbagi pengetahuan di industri terowongan.
Konferensi yang digelar pada 2-4 Oktober 2024 ini dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai negara, serta didukung oleh Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI), Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (MGTI), Indonesian Rock Mechanics Society (IRMS), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Baca Juga: Rogoh Rp1.315 T untuk Infrastruktur Selama 10 Tahun, Jokowi Bangun Apa Saja?
Konferensi yang juga berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia ini dihadiri para pembicara kunci dan para pakar di bidangnya, akademisi, para engineers, penyedia jasa baik supplier material, konsultan perencanaan, maupun kontraktor yang selama ini telah berpengalaman dalam konstruksi terowongan, dan para peserta lainnya dari berbagai negara.
"Berbagai stakeholder baik dari dalam negeri maupun mancanegara hadir dalam konferensi ini. Industri tunnel menjadi salah satu bidang yang prospektif di Indonesia, sehingga banyak peserta yang datang dalam konferensi internasional ini," ungkap Prof. Paulus Pramono Rahardjo, Chairman of Tunnel 2024, melalui keterangan pers, Minggu (6/10/2024).
Paulus yang juga Guru Besar Geoteknik Unpar ini menyampaikan, teknik terowongan diperlukan dalam berbagai aspek infrastruktur sipil, termasuk sektor pertambangan. Teknologi tunnel, kata dia, juga terus berkembang dan terus didiskusikan dalam berbagai forum seperti simposium dan konferensi.
"Tujuan dari konferensi ini adalah untuk sharing knowledge dan pengalaman dari analisis, desain, konstruksi, dan pemeliharaan geo-engineering dan aspek lain terowongan di antara para engineers dan akademisi, khususnya di negara-negara Asia," tuturnya.
Konferensi yang digelar pada 2-4 Oktober 2024 ini dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai negara, serta didukung oleh Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI), Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (MGTI), Indonesian Rock Mechanics Society (IRMS), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Baca Juga: Rogoh Rp1.315 T untuk Infrastruktur Selama 10 Tahun, Jokowi Bangun Apa Saja?
Konferensi yang juga berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia ini dihadiri para pembicara kunci dan para pakar di bidangnya, akademisi, para engineers, penyedia jasa baik supplier material, konsultan perencanaan, maupun kontraktor yang selama ini telah berpengalaman dalam konstruksi terowongan, dan para peserta lainnya dari berbagai negara.
"Berbagai stakeholder baik dari dalam negeri maupun mancanegara hadir dalam konferensi ini. Industri tunnel menjadi salah satu bidang yang prospektif di Indonesia, sehingga banyak peserta yang datang dalam konferensi internasional ini," ungkap Prof. Paulus Pramono Rahardjo, Chairman of Tunnel 2024, melalui keterangan pers, Minggu (6/10/2024).
Paulus yang juga Guru Besar Geoteknik Unpar ini menyampaikan, teknik terowongan diperlukan dalam berbagai aspek infrastruktur sipil, termasuk sektor pertambangan. Teknologi tunnel, kata dia, juga terus berkembang dan terus didiskusikan dalam berbagai forum seperti simposium dan konferensi.
"Tujuan dari konferensi ini adalah untuk sharing knowledge dan pengalaman dari analisis, desain, konstruksi, dan pemeliharaan geo-engineering dan aspek lain terowongan di antara para engineers dan akademisi, khususnya di negara-negara Asia," tuturnya.
Lihat Juga :