alexametrics

Lantik Pengurus Baru Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Ini Pesan Sri Mulyani

loading...
Lantik Pengurus Baru Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Ini Pesan Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani memberikan beberapa catatan selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia saat melantik pengurus pusat IAEI periode 2019-2023. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia melantik pengurus pusat IAEI periode 2019-2023. Dalam sambutannya, Ia mengharapkan ke depannya IAEI dapat memberikan sumbangsih nyata dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan keumatan dan kebangsaan.

“Tantangan pembangunan ekonomi Islam pada prinsipnya identik dengan tantangan pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut karena tujuan membangun ekonomi nasional juga identik dengan tujuan ekonomi islam yaitu membangun prinsip keadilan melalui tata kelola yang baik. Termasuk kejujuran, integritas dan kompetensi atau profesionalisme, disertai dengan keberpihakan kepada kelompok yang lemah," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sambung dia menerangkan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi sehingga program yang dibangun harus bersifat harmonis dengan program-program yang telah disusun oleh otoritas dan Kementerian terkait.



“Untuk mendapatkan kepercayaan publik, ekonomi dan keuangan syariah harus dibangun dengan mengedepankan unsur tata kelola yang baik, profesionalisme dan transparansi," katanya.

Sri Mulyani juga menambahkan keterlibatan IAEI dalam berbagai program pengembangan dilakukan berdasarkan kompetensi yang dibangun dan relevan terhadap tantangan yang dihadapi. Lima isu struktural yang sangat penting untuk diatasi sesuai arahan Presiden dan Wakil Presiden RI yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, regulasi yang simpel, birokrasi yang efisien dan melayani, serta transformasi ekonomi.

“Hal tersebut akan menjadi arah bagi Pengurus IAEI dalam menentukan program kerja dalam empat tahun ke depan," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak