Bom Waktu di Jantung Ekonomi Rusia Diramal Bakal Meledak
Senin, 07 Oktober 2024 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
"Berinvestasi secara besar-besaran dalam produksi militer dan secara bersamaan merusak pasar dapat memperkuat dalam jangka pendek, tetapi hal itu menjadi bom waktu di bawah pembangunan ekonomi jangka panjang," bebernya seperti dilansir Bussines Insider.
Namun ekonomi Rusia belum akan runtuh, kata Sonin. PDB Rusia diperkirakan tumbuh 3,2% lagi tahun ini, menurut Dana Moneter Internasional (IMF), yang oleh para ahli dikaitkan dengan pengeluaran perang Moskow yang besar.Namun, Sonin melihat ekonomi Rusia ke depannya bakal menantang.
"Setiap kali perang Ukraina berakhir dan Rusia kembali ke perdagangan internasional (di luar bahan mentah), semua nasionalisasi beberapa tahun terakhir akan kembali menghantuinya. Perang Putin tidak hanya memaksakan kehidupan yang lebih buruk kepada orang Rusia saat ini daripada yang seharusnya mereka miliki. Tapi juga ini mengutuk generasi mendatang," tambahnya.
Tren pelemahan pertumbuhan Rusia diyakini masih akan terjadi untuk jangka panjang. Sementara PDB terus tumbuh, indikator kesehatan ekonomi jangka panjang menurun, dimana Moskow mengalami kekurangan tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja menyusut lebih dari 3% tahun lalu, menurut data CEIC.
Namun ekonomi Rusia belum akan runtuh, kata Sonin. PDB Rusia diperkirakan tumbuh 3,2% lagi tahun ini, menurut Dana Moneter Internasional (IMF), yang oleh para ahli dikaitkan dengan pengeluaran perang Moskow yang besar.Namun, Sonin melihat ekonomi Rusia ke depannya bakal menantang.
"Setiap kali perang Ukraina berakhir dan Rusia kembali ke perdagangan internasional (di luar bahan mentah), semua nasionalisasi beberapa tahun terakhir akan kembali menghantuinya. Perang Putin tidak hanya memaksakan kehidupan yang lebih buruk kepada orang Rusia saat ini daripada yang seharusnya mereka miliki. Tapi juga ini mengutuk generasi mendatang," tambahnya.
Tren pelemahan pertumbuhan Rusia diyakini masih akan terjadi untuk jangka panjang. Sementara PDB terus tumbuh, indikator kesehatan ekonomi jangka panjang menurun, dimana Moskow mengalami kekurangan tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja menyusut lebih dari 3% tahun lalu, menurut data CEIC.
(akr)
Lihat Juga :