Pertamina Patra Niaga-Pertagas Bangun Pipa BBM Cikampek-Plumpang 96 Km
Selasa, 08 Oktober 2024 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Alfian Nasution menegaskan bahwa kerja sama antar-Sub Holding tersebut menjadi milestone penting dalam mewujudkan ketahanan energi di Indonesia. Sinergi dan kolaborasi afiliasi Pertamina Group di sektor hulu-midstream-hilir itu menurutnya akan memberikan nilai tambah, efisiensi dan daya saing.
Proyek pipanisasi Cikampek-Plumpang ini akan membawa produk BBM dari kilang minyak KPI Balongan menuju TBBM Cikampek dan TBBM Plumpang dengan volume sekitar 4,6 juta kiloliter per tahun. Infrastruktur ini juga meningkatkan kehandalan suplai BBM serta meningkatkan efisiensi biaya pengangkutan.
Baca Juga: Eks Jenderal AS: Israel Tak Miliki Kemampuan Khusus Jangkau Nuklir Iran
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menjelaskan pembangunan pipa BBM ini nantinya akan menggantikan pipa eksisting dan diharapkan dapat meningkatkan kehandalan operasional dalam penyaluran BBM.
"Pipanisasi ini krusial karena dari Plumpang kita menyalurkan ke hampir 1.000 SPBU dan kalau kita lihat occupancy rate-nya di Tanjung Priok itu sudah sangat tinggi, kalau misal terjadi sesuatu pasti akan meningkatkan exposure biaya, sehingga penting kita untuk segera menyelesaikan Cikampek Plumpang ini," ungkap Riva.
Proyek pipanisasi Cikampek-Plumpang ini akan membawa produk BBM dari kilang minyak KPI Balongan menuju TBBM Cikampek dan TBBM Plumpang dengan volume sekitar 4,6 juta kiloliter per tahun. Infrastruktur ini juga meningkatkan kehandalan suplai BBM serta meningkatkan efisiensi biaya pengangkutan.
Baca Juga: Eks Jenderal AS: Israel Tak Miliki Kemampuan Khusus Jangkau Nuklir Iran
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menjelaskan pembangunan pipa BBM ini nantinya akan menggantikan pipa eksisting dan diharapkan dapat meningkatkan kehandalan operasional dalam penyaluran BBM.
"Pipanisasi ini krusial karena dari Plumpang kita menyalurkan ke hampir 1.000 SPBU dan kalau kita lihat occupancy rate-nya di Tanjung Priok itu sudah sangat tinggi, kalau misal terjadi sesuatu pasti akan meningkatkan exposure biaya, sehingga penting kita untuk segera menyelesaikan Cikampek Plumpang ini," ungkap Riva.
Lihat Juga :