Lepas 3 Ribu Ton Baja Lapis ke Kanada, Tata Metal Lestari Lewati 11 Spesifikasi

Kamis, 10 Oktober 2024 - 23:47 WIB
loading...
Lepas 3 Ribu Ton Baja...
Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) yang didukung oleh PT Krakatau Baja Industri sebagai penyuplai bahan baku baja canai dingin (CRC), melepas ekspor Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) Nexalume. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Untuk pertama kalinya, PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) yang didukung oleh PT Krakatau Baja Industri sebagai penyuplai bahan baku baja canai dingin (CRC), melepas ekspor Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) Nexalume dengan metode Break Bulk Shippment dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan tujuan Kanada, Senin (7/10/2024).

Vice Presiden PT Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi melalui Rendra Fernanda, General Manufacturing PT Tata Metal Lestari mengatakan, selama ini perusahaannya telah mengekspor produk mereka ke 20 negara di dunia. Tapi kali ini sangat jauh berbeda karena metode pengirimannya menggunakan metode pengiriman Break Bulk atau Break Bulk Shipment sehingga jumlah produk yang dikirim bisa berlipat ganda.

Baca Juga: Peran Aktif Tata Metal Lestari dalam Peningkatan Ekspor Non-Migas

“Ekspor hari ini sangat spesial karena kami mengirimnya dalam bentuk Break Bulk Shipment. Total kali ini kami kirim tepatnya 3.008 ton BJLAS Nexalume senilai USD3.090.000 atau sekitar Rp48 miliar lebih. Kami kirim hari ini dari pelabuhan Tanjung Priok langsung ke pelabuhan Hamilton di Kanada dengan kapal MV Federal Michigan," ungkap Rendra.

"Sebelumnya, dengan metode pengiriman dengan kontainer kami hanya bisa mengirim sekitar 24 ton dalam satu kontainer. Sementara dengan metode pengiriman Break Bulk ini kami bisa langsung mengirim 3 ribu ton lebih dalam sekali pengiriman. Dengan kapal yang baru, dan produk yang baru ini, kami berharap produk kami dapat sampai ke lokasi tujuan tepat waktu dan dapat segera digunakan oleh pelanggan kami,” sambungnya.

Sementara itu Rendra juga menerangkan, dalam pengiriman kali ini pihaknya telah memenuhi sebanyak 11 spesifikasi sehingga produknya bisa diterima di pasar global. Spesifikasi tersebut sudah sesuai dengan standar ASTM (American Society for Testing and Materials) yang sudah diperoleh PT Tata Metal Lestari melalui surveyor independent. Dengan spesifikasi itu menunjukkan bahwa Industri baja lapis nasional bisa berkembang secara global melalui PT Tata Metal Lestari yang didukung oleh PT Krakatau Baja Industri sebagai penyuplai bahan bakunya.

“Spesifikasi-spesifikasi yang diperlukan pasar global, termasuk regulasi CBAM atau aturan yang dibuat Uni Eropa untuk mengatasi kebocoran emisi karbon telah kami penuhi. Dengan begitu, produk baja lapis ramah lingkungan kami bisa diterima di mancanegara. Namun meski demikian, dari kapasitas produksi kami yang mencapai 225 ribu ton per tahun dengan merek Nexalume, Nexium dan Nexcolor, kami gunakan yang utamanya untuk pemenuhan kebutuhan nasional terlebih dahulu sehingga dapat menyokong pembangunan di tanah air. Namun kedepan kita punya rencana menambah kapasitas menggunakan mesin continues coating line baru kami sehingga dapat berfokus untuk memenuhi kebutuhan ekspor,” terang Rendra lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Swiss Tembus Perempat...
Swiss Tembus Perempat Final usai Menang Adu Penalti atas Kolombia
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
Berita Terkini
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Infografis
20 Ribu Ton Solar Tumpah...
20 Ribu Ton Solar Tumpah ke Sungai Kutub Utara, Putin Umumkan Keadaan Darurat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved