Lepas 3 Ribu Ton Baja Lapis ke Kanada, Tata Metal Lestari Lewati 11 Spesifikasi
Kamis, 10 Oktober 2024 - 23:47 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nuranto Putra, perwakilan dari PT Krakatau Baja Industri (Krakatau Steel) mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah ekspor PT Tata Metal Lestari untuk menembus pasar global. Sebagai perusahaan dalam negeri yang menyuplai seluruh bahan baku baja lapis yang diproduksi PT Tata Metal Lestari, Putra berharap kedua perusahaan ini bisa terus meningkatkan sinergi sehingga dapat menghidupkan kembali neraca perdagangan nasional.
“Kapasitas produksi Krakatau steel khususnya di CRM kami punya kapasitas kurang lebih di 800 ribu ton per tahun. Untuk ekspor kami mengalokasikan 10-15 persen. Dan sekarang kami fokusnya melakukan indirect ekspor seperti yang kami lakukan sekarang ini bersama PT Tata Metal Lestari," jelasnya.
Baca Juga: Manuver Ekspor Baja Lapis Tata Metal Lestari Berkontribusi Bikin Surplus Neraca Dagang
"Untuk itu ke depan kami berharap industri dalam negeri seperti PT Tata Metal Lestari dan PT Krakatau Steel bisa saling bersinergi untuk menghidupkan kembali neraca perdagangan nasional. Jadi dengan system mekanisme seperti ini, ekspor dengan bebas, itu bisa sangat membantu untuk lebih sustain lagi (Industri baja nasional) ke depannya dan lebih survive lagi ditengah tantangan kondisi dunia saat ini,” terang Putra.
“Kapasitas produksi Krakatau steel khususnya di CRM kami punya kapasitas kurang lebih di 800 ribu ton per tahun. Untuk ekspor kami mengalokasikan 10-15 persen. Dan sekarang kami fokusnya melakukan indirect ekspor seperti yang kami lakukan sekarang ini bersama PT Tata Metal Lestari," jelasnya.
Baca Juga: Manuver Ekspor Baja Lapis Tata Metal Lestari Berkontribusi Bikin Surplus Neraca Dagang
"Untuk itu ke depan kami berharap industri dalam negeri seperti PT Tata Metal Lestari dan PT Krakatau Steel bisa saling bersinergi untuk menghidupkan kembali neraca perdagangan nasional. Jadi dengan system mekanisme seperti ini, ekspor dengan bebas, itu bisa sangat membantu untuk lebih sustain lagi (Industri baja nasional) ke depannya dan lebih survive lagi ditengah tantangan kondisi dunia saat ini,” terang Putra.
(akr)
Lihat Juga :