Kantongi Izin Utama SKKL Varuna, VCS Menjembatani Kesenjangan Digital di Timur Indonesia

Minggu, 20 Oktober 2024 - 20:43 WIB
loading...
Kantongi Izin Utama...
Varuna akan berperan penting dalam menjembatani kesenjangan digital antara wilayah barat dan timur Indonesia, khususnya antara Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Varuna Cahaya Santosa (VCS), perusahaan patungan hasil kerjasama PT CCSI Konektivitas Digital (CCSIKD, anak perusahaan dari PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI)), PT Pracheta Nusa Telekom (Pracheta, anak perusahaan dari PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info)), dan Mitsui & Co, Ltd. (Mitsui) menyampaikan bahwa VCS telah mendapatkan perizinan utama untuk 13 segmen dari Varuna Cable System (Varuna) dalam rangka meningkatkan konektivitas di Indonesia Timur.

VCS telah menerima Surat Rekomendasi - 1 untuk segmen - segmen berikut ini: Sumenep - Situbondo, Muncar - Candikusuma, Karangasem - Sengigi, Senggigi - Sumbawa Besar, Sumbawa Besar - Bima, Bima - Labuan Bajo, Labuan Bajo - Selayar, Selayar - Makassar, Polewali - Mamuju, Mamuju - Balikpapan, Balikpapan - Kelumpang Utara, Kelumpang Utara - Bawean, dan Bawean - Gresik.

Baca Juga: Melanjutkan 10 Tahun Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi ke Era Prabowo-Gibran

Pencapaian yang signifikan ini menandai langkah penting dalam pengembangan Varuna, sebuah pengembangan infrastruktur jaringan backbone fiber optik , yang membentang sepanjang kurang lebih 4.200 km. Varuna adalah sistem kabel repeaterless yang dirancang untuk mentransmisikan bandwidth berkapasitas tinggi dengan kecepatan optimal 12,6 Tbps per pair.

Varuna secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang berkembang pesat dari Jawa Timur ke Indonesia Timur. Dengan menggabungkan kabel bawah laut dan kabel terestrial, Varuna bertujuan menyediakan konektivitas serat optik yang handal ke area-area utama di wilayah-wilayah ini.

“Varuna akan berperan penting dalam menjembatani kesenjangan digital antara wilayah barat dan timur Indonesia, khususnya antara Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya, sehingga dapat mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia. Penting untuk diketahui bahwa jaringan Varuna juga secara strategis menghubungkan Pulau Jawa dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang selanjutnya mendukung agenda pemerintah untuk mentransformasi ibu kota baru menjadi smart city," ujar Presiden Direktur VCS, Peter Djatmiko.

Sebagai infrastruktur backbone, Varuna memiliki visi untuk dapat digunakan secara luas oleh masyarakat. Untuk memfasilitasi hal ini, VCS secara aktif mencari peluang kerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memperluas akses jaringan dari Varuna ke para pengguna akhir (end-user).

Baca Juga: Satu Dekade Jokowi: Menyambung Sinyal hingga ke Pulau Terkecil

Dengan memanfaatkan backbone kami yang kuat, VCS dapat memperkuat para penyedia layanan ini untuk memberikan layanan internet yang andal dan terjangkau ke daerah-daerah yang belum terjangkau.

Varuna merupakan bukti dari kekuatan kolaborasi dan visi bersama. “Seiring dengan perjalanan kami menuju RFS di tahun 2027, kami sangat antusias untuk menyaksikan dampak transformatif dari infrastruktur ini - menghubungkan masyarakat, mengembangkan bisnis, dan membangun masa depan yang lebih cerah untuk semua, terutama pertumbuhan digital bangsa,” ujar Peter Djatmiko.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Drone Hizbullah Jadi...
Drone Hizbullah Jadi Tantangan Medan Perang Paling Mematikan bagi Israel
Rekomendasi
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Terungkap di Liuzhou!...
Terungkap di Liuzhou! Ini 4 Mobil Baru Wuling yang Bakal Gempur Indonesia
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved