Anindya Bakrie: Kadin Indonesia Fokus pada Pemberdayaan Daerah dan Masuknya Investasi
Kamis, 24 Oktober 2024 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
"Karena kami kebetulan juga menyiapkan rencana ke luar negeri beliau yang cukup panjang, dengan fokus bagi kami (Kadin) adalah KTT APEC di Lima Peru dan juga Rio De Jainero di Brasil untuk G20 (keduanya November 2024). Kami akan melakukan fungsi kami untuk membuka pasar dan mengajak investasi untuk masuk,” kata Anindya.
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia 2024 – 2029 sekaligus sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Presiden Prabowo dalam 5 tahun ke depan adalah 8%. Dari pertumbuhan itu, 80 persen perannya ada di dunia usaha, yaitu di Kadin.
"(Maka) Kadin Pusat, Kadin Provinsi, Kadin Kabupaten/Kota akan memainkan peranan – peranan penting, karena “kue”-nya akan terus tumbuh. Pertumbuhan kita bisa menuju 7-8 persen itu hanya bisa lewat dua hal, yaitu investasi dan ekspor. Karena itu Kementerian Investasi strateginya adalah bagaimana menarik investasi
yang berkelanjutan dan berkesinambungan dengan membangun industri yang berbasis clean energy dan berorientasi ekspor,” katanya.
Ketua Dewan Usaha Kadin Indonesia 2024-2029, Chairul Tanjung, menyatakan bahwa kata kunci pertumbuhan ekonomi 8% adalah besarnya investasi yang bisa dilakukan oleh dunia usaha swasta, BUMN maupun pengusaha asing.
"Tentu, jika bicara investasi, yang dibutuhkan adalah pertama kepastian hukum yang implementasinya bisa terlaksana. Kedua adalah kestabilan, baik politik, keamanan dan lain-lain. Dan ketiga, semua investasi membutuhkan yang namanya cuan (atau) keuntungan. Ini hanya bisa dilakukan kalau sumber daya manusia kita itu bisa ditingkatkan kualitasnya agar lebih produktif sehingga punya daya saing yang lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu dalam paparannya, Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan tentang kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yaitu ekonomi Pancasila, yang prorakyat dan juga probisnis. Tujuannya adalah agar masyarakat hidup sejahtera dan masyarakat miskin dapat hidup lebih bermartabat.
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia 2024 – 2029 sekaligus sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Presiden Prabowo dalam 5 tahun ke depan adalah 8%. Dari pertumbuhan itu, 80 persen perannya ada di dunia usaha, yaitu di Kadin.
"(Maka) Kadin Pusat, Kadin Provinsi, Kadin Kabupaten/Kota akan memainkan peranan – peranan penting, karena “kue”-nya akan terus tumbuh. Pertumbuhan kita bisa menuju 7-8 persen itu hanya bisa lewat dua hal, yaitu investasi dan ekspor. Karena itu Kementerian Investasi strateginya adalah bagaimana menarik investasi
yang berkelanjutan dan berkesinambungan dengan membangun industri yang berbasis clean energy dan berorientasi ekspor,” katanya.
Ketua Dewan Usaha Kadin Indonesia 2024-2029, Chairul Tanjung, menyatakan bahwa kata kunci pertumbuhan ekonomi 8% adalah besarnya investasi yang bisa dilakukan oleh dunia usaha swasta, BUMN maupun pengusaha asing.
"Tentu, jika bicara investasi, yang dibutuhkan adalah pertama kepastian hukum yang implementasinya bisa terlaksana. Kedua adalah kestabilan, baik politik, keamanan dan lain-lain. Dan ketiga, semua investasi membutuhkan yang namanya cuan (atau) keuntungan. Ini hanya bisa dilakukan kalau sumber daya manusia kita itu bisa ditingkatkan kualitasnya agar lebih produktif sehingga punya daya saing yang lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu dalam paparannya, Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan tentang kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yaitu ekonomi Pancasila, yang prorakyat dan juga probisnis. Tujuannya adalah agar masyarakat hidup sejahtera dan masyarakat miskin dapat hidup lebih bermartabat.
Lihat Juga :