Jadi Wakil di Forum SAFETY4SEA 2024, PMSol Beberkan Tantangan Maritim ke Depan
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 08:33 WIB
loading...
Direktur PMSol Dian Prama Irfani menjadi pembicara di forum internasional SAFETY4SEA 2024 di Singapura. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Marine Solutions ( PMSol ), anak usaha PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sekaligus bagian Sub Holding Integrated Marine Logistic (SHIML) Pertamina Group, mengambil peran penting di forum maritim internasional SAFETY4SEA 2024 di Singapura.
Di ajang maritim internasional tersebut, Direktur PMSol Dian Prama Irfani menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia. Dalam pidatonya yang bertemakan "Navigating Maritime Safety, Sustainability, & Innovation," Irfani mengangkat isu-isu terkini dan tantangan yang dihadapi industri maritim, serta memanfaatkan kerangka BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) untuk mengeksplorasi dampak tantangan tersebut dan peluang yang tersedia bagi para pemimpin di sektor ini.
Baca Juga: Di Hadapan Peneliti PBB, Stafsus Billy Paparkan Visi Prabowo di Bidang Maritim
Irfani menegaskan bahwa tantangan industri maritim, mulai dari tekanan regulasi, kesiapan seafarer, ketahanan rantai pasokan, hingga transformasi digital sangat berkaitan erat dengan visi maritim dan ketahanan energi Indonesia.
"Industri maritim memegang peranan penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Lini bisnis Pertamina Grup yang terintegrasi memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung konektivitas antar pulau dan distribusi energi nasional," kata Dian Prama Irfani melalui keterangan pers, Jumat (25/10/2024).
Di ajang maritim internasional tersebut, Direktur PMSol Dian Prama Irfani menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia. Dalam pidatonya yang bertemakan "Navigating Maritime Safety, Sustainability, & Innovation," Irfani mengangkat isu-isu terkini dan tantangan yang dihadapi industri maritim, serta memanfaatkan kerangka BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) untuk mengeksplorasi dampak tantangan tersebut dan peluang yang tersedia bagi para pemimpin di sektor ini.
Baca Juga: Di Hadapan Peneliti PBB, Stafsus Billy Paparkan Visi Prabowo di Bidang Maritim
Irfani menegaskan bahwa tantangan industri maritim, mulai dari tekanan regulasi, kesiapan seafarer, ketahanan rantai pasokan, hingga transformasi digital sangat berkaitan erat dengan visi maritim dan ketahanan energi Indonesia.
"Industri maritim memegang peranan penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Lini bisnis Pertamina Grup yang terintegrasi memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung konektivitas antar pulau dan distribusi energi nasional," kata Dian Prama Irfani melalui keterangan pers, Jumat (25/10/2024).
Lihat Juga :