Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS, Susul 3 Negara ASEAN Lainnya
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Malaysia juga berkomitmen untuk mengejar agenda Global South dalam meningkatkan kolaborasi, terutama selama masa jabatan Malaysia sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun depan, ujarnya dalam sebuah jawaban tertulis kepada parlemen pada hari Kamis (24/10).
"Keinginan Malaysia untuk bergabung dengan BRICS merupakan upaya Malaysia untuk menegakkan kebijakan dan identitas sebagai negara yang independen dan netral, menyeimbangkan diri dengan negara-negara besar dan membuka peluang bisnis dan investasi baru," kata dia, dikutip CNA dari Malay Mail, Jumat (25/10/2024).
Menurut dia melalui keterlibatan aktif dalam KTT tersebut, Malaysia dapat memperkuat komitmennya untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara BRICS dalam menghadapi lanskap ekonomi global yang kompleks dengan ketahanan penuh. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim telah mengkonfirmasi pada 28 Juli bahwa Malaysia telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS.
Baca Juga: AS Larang Ukraina Tembaki Rusia dengan Rudal ATACMS, Ini Alasan Bos Pentagon
Sementara, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono yang hadir dalam KTT tersebut menyerukan perdamaian dan solidaritas di antara negara-negara berkembang dalam KTT ini.
"Dalam BRICS Plus, Indonesia menyampaikan pesan penting mengenai perdamaian dan pentingnya negara-negara berkembang dan negara-negara Selatan untuk bersatu, meningkatkan solidaritas, dan memainkan peran penting mereka dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih inklusif, adil, dan setara," ujar Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan resmi.
"Keinginan Malaysia untuk bergabung dengan BRICS merupakan upaya Malaysia untuk menegakkan kebijakan dan identitas sebagai negara yang independen dan netral, menyeimbangkan diri dengan negara-negara besar dan membuka peluang bisnis dan investasi baru," kata dia, dikutip CNA dari Malay Mail, Jumat (25/10/2024).
Menurut dia melalui keterlibatan aktif dalam KTT tersebut, Malaysia dapat memperkuat komitmennya untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara BRICS dalam menghadapi lanskap ekonomi global yang kompleks dengan ketahanan penuh. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim telah mengkonfirmasi pada 28 Juli bahwa Malaysia telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS.
Baca Juga: AS Larang Ukraina Tembaki Rusia dengan Rudal ATACMS, Ini Alasan Bos Pentagon
Sementara, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono yang hadir dalam KTT tersebut menyerukan perdamaian dan solidaritas di antara negara-negara berkembang dalam KTT ini.
"Dalam BRICS Plus, Indonesia menyampaikan pesan penting mengenai perdamaian dan pentingnya negara-negara berkembang dan negara-negara Selatan untuk bersatu, meningkatkan solidaritas, dan memainkan peran penting mereka dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih inklusif, adil, dan setara," ujar Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan resmi.
Lihat Juga :