BRICS Terpecah Soal Buang Dolar AS, Takut Aksi Pembalasan?

Senin, 28 Oktober 2024 - 10:05 WIB
loading...
A A A
Moskow telah mempromosikan sistem pembayaran alternatif untuk perdagangan internasional, yang disebut BRICS Bridge, untuk mengatasi beberapa hambatan keuangan yang ditimbulkan oleh sanksi Barat yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Hambatan itu termasuk terputus dari Swift - platform pembayaran internasional utama yang digunakan untuk penyelesaian transaksi.

Di Kazan pada hari Kamis, Putin mengatakan "sangat penting untuk membangun mekanisme alternatif keuangan multilateral dan rantai pasokan yang dapat diandalkan dan bebas dari perintah apa pun".

Para pemimpin BRICS mengatakan dalam deklarasi bersama bahwa negara-negara anggota menyambut baik perbaikan pembayaran lintas batas, termasuk penggunaan mata uang lokal dalam transaksi.

BRICS juga sepakat untuk mengeksplorasi kelayakan membangun pemukiman lintas batas independen dan infrastruktur penyimpanan.

Agathe Demarais, seorang rekan kebijakan senior untuk Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan ada minat yang meningkat dalam penggunaan mata uang digital sebagai alat untuk menghindari sanksi keuangan Barat dan mungkin mengurangi ketergantungan pada Swift dan dolar AS.

"Karena tidak memiliki hubungan dengan mekanisme keuangan Barat, mata uang digital semacam itu tampaknya kebal terhadap alat kenegaraan ekonomi Barat seperti sanksi," ucap Agathe.

Tetapi menurutnya "sulit membayangkan" adopsi yang meluas untuk alat keuangan BRICS karena dominasi dolar "mengakar", dimana mata uang itu menyumbang lebih dari 80% transaksi global.

"BRICS terdiri dari campuran karakteristik negara, dengan ekonomi yang sangat berbeda dan berbagai tujuan geopolitik. Situasi ini mungkin akan membebani janji untuk memperdalam integrasi keuangan dan moneter," tambah Demarais.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
Berita Terkini
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved