Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis Masih Menjadi Persoalan di NTT
Selasa, 29 Oktober 2024 - 10:22 WIB
loading...
Kembara Nusa memberikan akses pengobatan gigi gratis untuk masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menjembatani kesenjangan tenaga medis di Indonesia Timur. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data profil Kesehatan Indonesia 2022 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan ketimpangan tenaga medis antara Pulau Jawa-Bali dan di luar dua pulau tersebut mengalami ketimpangan.
Dari data tersebut terungkap bahwa ketersediaan tenaga medis khususnya dokter gigi lebih banyak di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan di wilayah timur seperti Provinsi Papua mengalami kekurangan dokter gigi tertinggi mencapai 86,5%, diikuti Papua Barat 78,4% dan Maluku 77%. Sementara, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, jumlah dokter gigi yang tersedia untuk melayani kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong sangat minim, yaitu hanya 271 dokter gigi di 402 Puskemas Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Apakah Membiarkan Gigi Ompong Bahaya untuk Kesehatan?
Data di atas memperlihatkan bahwa wilayah Jawa-Bali masih mendominasi ketersediaan dokter dibanding Indonesia Timur. Untuk itu, Yayasan Kembara Nusa kembali memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis bagi masyarakat Sumba untuk menjembatani kesenjangan tenaga medis di Indonesia Timur.
"Kurangnya akses layanan kesehatan ini dapat menyebabkan penyakit gigi dan mulut tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, kami di Kembara Nusa mengajak rekan-rekan tenaga medis dan non-medis untuk memberikan layanan kesehatan dan edukasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan gigi dan mulut," ujar Co-Founder Kembara Nusa, Safira Khairina dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa(28/10/2024).
Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada 23-27 Oktober 2024 dan diikuti oleh dokter gigi dan umum dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para relawan untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Sumba.
Sebelumnya, sejak 2019 Kembara Nusa telah melaksanakan bakti sosial ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bantul, Sumba Barat Daya, Maumere hingga Raja Ampat. Kegiatan bakti sosial ini didukung oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sumba, BRI Peduli, hingga PNM.
Dari data tersebut terungkap bahwa ketersediaan tenaga medis khususnya dokter gigi lebih banyak di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan di wilayah timur seperti Provinsi Papua mengalami kekurangan dokter gigi tertinggi mencapai 86,5%, diikuti Papua Barat 78,4% dan Maluku 77%. Sementara, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, jumlah dokter gigi yang tersedia untuk melayani kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong sangat minim, yaitu hanya 271 dokter gigi di 402 Puskemas Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Apakah Membiarkan Gigi Ompong Bahaya untuk Kesehatan?
Data di atas memperlihatkan bahwa wilayah Jawa-Bali masih mendominasi ketersediaan dokter dibanding Indonesia Timur. Untuk itu, Yayasan Kembara Nusa kembali memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis bagi masyarakat Sumba untuk menjembatani kesenjangan tenaga medis di Indonesia Timur.
"Kurangnya akses layanan kesehatan ini dapat menyebabkan penyakit gigi dan mulut tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, kami di Kembara Nusa mengajak rekan-rekan tenaga medis dan non-medis untuk memberikan layanan kesehatan dan edukasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan gigi dan mulut," ujar Co-Founder Kembara Nusa, Safira Khairina dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa(28/10/2024).
Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada 23-27 Oktober 2024 dan diikuti oleh dokter gigi dan umum dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para relawan untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Sumba.
Sebelumnya, sejak 2019 Kembara Nusa telah melaksanakan bakti sosial ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bantul, Sumba Barat Daya, Maumere hingga Raja Ampat. Kegiatan bakti sosial ini didukung oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sumba, BRI Peduli, hingga PNM.
Lihat Juga :