Perluas Pasar, Barito Pacific Ungkap Rencana Akuisisi Kilang Shell di Singapura
Jum'at, 01 November 2024 - 18:52 WIB
loading...
Barito Pacific mengungkap dampak dari rencana akuisisi kilang Shell di Singapura. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Barito Pacific Tbk (BRPT), induk dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengungkap dampak dari rencana akuisisi kilang Shell di Singapura, yakni Shell Chemical and Industrial Park (SECP). Akuisisi SECP di Singapura menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi BRPT, tidak hanya untuk memperluas pasar tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata terhadap ekonomi Indonesia
Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu mengatakan, langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan keamanan energi dan menyediakan pasokan produk esensial untuk sektor kimia maupun infrastruktur domestik.
"Dengan menargetkan akuisisi yang strategis dan membangun kemitraan global, kami telah bertransformasi menjadi kekuatan regional yang tangguh," kata Agus, dikutip Jumat (1/11/2024).
Baca Juga: Stabilitas Ekonomi Terjaga, OJK Soroti Meningkatnya Risiko Geopolitik Globa
Terkait kinerja keuangan, hingga kuartal III-2024 perseroan mengantongi pendapatan USD1,667 juta, laba bersih USD27 juta, dan total aset mencapai USD10,190 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh volatilitas yang berkelanjutan di sektor petrokimia, pemeliharaan pada salah satu unit operasi panas bumi anak usaha Barito Pacific, dan pemeliharaan terjadwal (Turnaround Maintenance/TAM) di kompleks petrokimia.
Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu mengatakan, langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan keamanan energi dan menyediakan pasokan produk esensial untuk sektor kimia maupun infrastruktur domestik.
"Dengan menargetkan akuisisi yang strategis dan membangun kemitraan global, kami telah bertransformasi menjadi kekuatan regional yang tangguh," kata Agus, dikutip Jumat (1/11/2024).
Baca Juga: Stabilitas Ekonomi Terjaga, OJK Soroti Meningkatnya Risiko Geopolitik Globa
Terkait kinerja keuangan, hingga kuartal III-2024 perseroan mengantongi pendapatan USD1,667 juta, laba bersih USD27 juta, dan total aset mencapai USD10,190 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh volatilitas yang berkelanjutan di sektor petrokimia, pemeliharaan pada salah satu unit operasi panas bumi anak usaha Barito Pacific, dan pemeliharaan terjadwal (Turnaround Maintenance/TAM) di kompleks petrokimia.
Lihat Juga :