Didorong China dan AS, Utang Publik Dunia Bakal Tembus 1,5 Kuintiliun
Sabtu, 02 November 2024 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Seiring ancaman peningkatan risiko utang publik, IMF meminta para pembuat kebijakan untuk menerapkan penyesuaian fiskal yang memiliki ketahanan tinggi dan hati-hati.
"Defisit tergolong tinggi dan utang publik global tergolong sangat tinggi, meningkat, dan berisiko. Utang publik global diproyeksikan akan melampaui USD100 triliun tahun ini," kata Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, Gaspar pada akhir Oktober lalu.
Dengan laju saat ini, rasio produk domestik bruto (PDB) utang global diproyeksikan bakal mendekati 100% per akhir dekade ini, meningkat hingga melampaui puncak pandemi. Diterangkan olehnya bahwa utang publik meningkat dan diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dibanding era prapandemi di sekitar sepertiga negara di dunia.
"Ini tidak hanya mencakup perekonomian terbesar, seperti China dan Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara besar lainnya seperti Brasil, Prancis, Italia, Afrika Selatan, dan Inggris, yang secara keseluruhan mewakili sekitar 70 persen dari PDB global," bebernya.
Berkenaan dengan China, Gaspar menjelaskan bahwa negara itu "memiliki ruang kebijakan yang cukup" untuk mengendalikan utangnya yang terus bertambah. "Mereka memiliki sarana untuk mengendalikan utang publik di China," ujar Gaspar dalam konferensi pers tersebut.
Laporan October 2024 Fiscal Monitor yang baru saja dirilis menyebutkan bahwa risiko utang publik meningkat dan prospeknya lebih buruk daripada yang terlihat.
"Defisit tergolong tinggi dan utang publik global tergolong sangat tinggi, meningkat, dan berisiko. Utang publik global diproyeksikan akan melampaui USD100 triliun tahun ini," kata Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, Gaspar pada akhir Oktober lalu.
Dengan laju saat ini, rasio produk domestik bruto (PDB) utang global diproyeksikan bakal mendekati 100% per akhir dekade ini, meningkat hingga melampaui puncak pandemi. Diterangkan olehnya bahwa utang publik meningkat dan diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dibanding era prapandemi di sekitar sepertiga negara di dunia.
"Ini tidak hanya mencakup perekonomian terbesar, seperti China dan Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara besar lainnya seperti Brasil, Prancis, Italia, Afrika Selatan, dan Inggris, yang secara keseluruhan mewakili sekitar 70 persen dari PDB global," bebernya.
Berkenaan dengan China, Gaspar menjelaskan bahwa negara itu "memiliki ruang kebijakan yang cukup" untuk mengendalikan utangnya yang terus bertambah. "Mereka memiliki sarana untuk mengendalikan utang publik di China," ujar Gaspar dalam konferensi pers tersebut.
Laporan October 2024 Fiscal Monitor yang baru saja dirilis menyebutkan bahwa risiko utang publik meningkat dan prospeknya lebih buruk daripada yang terlihat.
Lihat Juga :