Didorong China dan AS, Utang Publik Dunia Bakal Tembus 1,5 Kuintiliun

Sabtu, 02 November 2024 - 15:58 WIB
loading...
Didorong China dan AS,...
Pemantauan fiskal Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa utang publik bakal meningkat hingga mencapai USD100 triliun atauatau Rp1,5 kuintiliun. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Pemantauan fiskal Dana Moneter Internasional ( IMF ) memperingatkan bahwa utang publik bakal meningkat hingga mencapai USD100 triliun atau setara Rp1,551,978,271,586,160,128.00 (Kurs Rp15.519 per USD) atau Rp1,5 kuintiliun tahun ini, didorong oleh China dan AS (Amerika Serikat). Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menekankan, bagaimana ledakan pinjaman ini bisa membebani dunia.

"Perkiraan kami menunjukkan adanya kombinasi yang tak kenal ampun antara pertumbuhan rendah dan utang tinggi, masa depan yang sulit," katanya.

Baca Juga: Ketegangan Perdagangan Meningkat, IMF: Risiko pada Ekonomi Asia Bertambah

"Pemerintah harus bekerja untuk mengurangi utang dan membangun kembali penyangga dalam menghadapi guncangan berikutnya – yang pasti akan datang, dan mungkin lebih cepat dari yang kita harapkan," ungkapnya mengingatkan.

Inggris menjadi salah satu negara yang diperingatkan IMF tentang risiko reaksi pasar jika utang tidak stabil.

"Tingkat utang yang meningkat dan ketidakpastian seputar kebijakan fiskal di negara-negara yang penting secara sistemik, seperti China dan Amerika Serikat, dapat menghasilkan dampak signifikan dalam bentuk biaya pinjaman yang lebih tinggi dan risiko terkait utang di ekonomi lain," kata IMF.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Rekomendasi
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved