Dividen Terbesar di Dunia, Saudi Aramco Bagikan Rp483,4 T meski Utang Naik

Selasa, 05 November 2024 - 20:31 WIB
loading...
Dividen Terbesar di...
Raksasa minyak Saudi Aramco tetap membagikan dividen sebesar USD31 miliar atau setara Rp483,4 triliun untuk membantu kas negara, meski utang perusahaan juga terus meningkat. Foto/Dok
A A A
RIYADH - Raksasa minyak Saudi Aramco tetap membagikan dividen sebesar USD31 miliar atau setara Rp483,4 triliun (kurs Rp 15.596 per USD) untuk membantu kas negara, meski utang perusahaan juga terus meningkat. Perusahaan yang mayoritas dimiliki negara Saudi, mempertahankan sebagai pemberi dividen terbesar di dunia, bahkan ketika tekanan keuangan semakin berat.

Prospek minyak menjadi suram seiring kekhawatiran atas permintaan minyak dunia , namun dividen Aramco masih mengalir untuk menjadi tenaga buat keuangan pemerintah. Namun analis mempertanyakan, sampai berapa lama pembayaran dividen Aramco mampu bertahan.

Baca Juga: Sinyal Kejatuhan Sektor Minyak Arab Saudi Mulai Terlihat

Aramco sudah membayar lebih dari yang dihasilkannya karena rencana transformasi ekonomi ambisius Arab Saudi dengan memperlebar defisit anggaran pemerintah. Aramco memiliki utang bersih sebesar USD8,9 miliar selama kuartal tersebut, dibandingkan dengan kas bersih USD27,4 miliar setahun yang lalu dan USD2,3 miliar pada akhir Juni.

Arus kas bebas - uang dari operasi setelah belanja modal - sebesar USD21,99 miliar pada kuartal ketiga lebih rendah dari total dividen. Pembayaran sangat penting untuk anggaran Saudi karena harga minyak mentah, masih jauh di bawah tingkat yang dibutuhkan kerajaan untuk menyeimbangkan pengeluaran.

Sementara itu Putra Mahkota Mohammed Bin Salman sedang mendorong maju proyek mahal dan ambisius yakni futuristik Neom. Namun beberapa rencana sepertinya bakal dipertimbangkan karena masalah pendanaan, termasuk pabrik kimia Aramco sendiri.

Laba bersih Saudi Aramco ambles 15% menjadi USD27,6 miliar pada kuartal yang berakhir September 2024, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut sebuah pernyataan pada hari Selasa. Laba yang disesuaikan yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham meleset dari perkiraan analis yang disusun oleh Bloomberg.

Mereka menjual minyak mentah dengan harga rata-rata USD79,30 per barel pada kuartal ketiga, USD10 lebih rendah dari apa yang didapatnya setahun yang lalu. Produksinya juga telah ditahan sekitar 9 juta barel per hari selama lebih dari setahun sebagai bagian dari upaya OPEC+ untuk menghidupkan kembali pasar.

OPEC+ pada hari Minggu, lebih lanjut menunda rencana untuk secara bertahap melepas pemotongan, karena harga minyak mentah terus berjuang di tengah prospek ekonomi yang rapuh.

Saham Aramco turun sebanyak 0,7% di Riyadh. Lalu sepanjang tahun ini sudah anjlok 17%, kinerja Aramco terbilang buruk bila dibandingkan dengan perusahaan minyak utama global seperti Exxon Mobil Corp. dan Shell Plc.

Aramco mengumpulkan obligasi senilai USD6 miliar pada bulan Juli, yang merupakan penawaran utang dolar pertamanya dalam tiga tahun. Mereka menjual obligasi Islam berdenominasi dolar AS senilai USD3 miliar pada bulan September.

Baca Juga: Profil Saudi Aramco, Raksasa Minyak yang Membuat Arab Saudi Kaya Raya

Pemerintah Saudi dan entitas seperti Public Investment Fund telah menerbitkan obligasi sekitar USD50 miliar pada tahun 2024, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, menjadikannya salah satu penerbit utang internasional terbesar di pasar negara berkembang tahun ini.

Selain dividen, pemerintah Saudi juga telah bersandar pada Aramco tahun ini untuk mengumpulkan lebih dari USD12 miliar dalam penjualan saham sekunder.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Rekomendasi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Berita Terkini
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved