Pertamina Patra Niaga Gandeng PT Vale Dorong Penggunaan HVO di Sektor Tambang
Jum'at, 08 November 2024 - 11:56 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga dan PT Vale berkolaborasi mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di sektor tambang. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga berkolaborasi dengan PT Vale Indonesia Tbk ( PT Vale ) mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di sektor pertambangan. Hal itu diwujudkan melalui penyediaan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel untuk operasional alat berat di PT Vale.
Langkah ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) pada September lalu, di mana PT Vale menjadi pionir dalam mengadopsi HVO untuk operasional alat beratnya guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060. Kolaborasi ini disebut menjadi langkah nyata dalam menuju keberlanjutan industri di Indonesia.
"Penggunaan HVO, Pertamina Renewable Diesel tidak hanya menjadi solusi bahan bakar berkelanjutan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional di industri tambang," ungkap Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Indonesia Butuh Rp4.000 Triliun untuk Biaya Transisi Energi
Maya menambahkan, hal ini pun sejalan dengan tujuan pemerintah dan komitmen perusahaan dalam mewujudkan swasembada energi, dimana produk HVO memiliki nilai TKDN lebih dari 99%. "Kami berharap kolaborasi ini menginspirasi sektor lain untuk beralih ke energi bersih demi masa depan yang lebih hijau," tambahnya.
Sementar, Direktur & Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan strategi besar perusahaan dalam dekarbonisasi dan pengurangan jejak karbon. Penggunaan HVO, kata dia, merupakan langkah strategis dalam mencapai target dekarbonisasi perusahaan. "Selain mendukung efisiensi operasional, bahan bakar ini membantu mengurangi dampak lingkungan secara signifikan," imbuhnya.
Baca Juga: Israel Sudah Jatuhkan 85.000 Ton Bom di Gaza, Lampaui Rekor Perang Dunia II
Langkah ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) pada September lalu, di mana PT Vale menjadi pionir dalam mengadopsi HVO untuk operasional alat beratnya guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060. Kolaborasi ini disebut menjadi langkah nyata dalam menuju keberlanjutan industri di Indonesia.
"Penggunaan HVO, Pertamina Renewable Diesel tidak hanya menjadi solusi bahan bakar berkelanjutan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional di industri tambang," ungkap Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Indonesia Butuh Rp4.000 Triliun untuk Biaya Transisi Energi
Maya menambahkan, hal ini pun sejalan dengan tujuan pemerintah dan komitmen perusahaan dalam mewujudkan swasembada energi, dimana produk HVO memiliki nilai TKDN lebih dari 99%. "Kami berharap kolaborasi ini menginspirasi sektor lain untuk beralih ke energi bersih demi masa depan yang lebih hijau," tambahnya.
Sementar, Direktur & Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan strategi besar perusahaan dalam dekarbonisasi dan pengurangan jejak karbon. Penggunaan HVO, kata dia, merupakan langkah strategis dalam mencapai target dekarbonisasi perusahaan. "Selain mendukung efisiensi operasional, bahan bakar ini membantu mengurangi dampak lingkungan secara signifikan," imbuhnya.
Baca Juga: Israel Sudah Jatuhkan 85.000 Ton Bom di Gaza, Lampaui Rekor Perang Dunia II
Lihat Juga :