Trump Kembali Jadi Presiden AS, Mantan Bos Bank Sentral Beri Peringatan ke UE
Minggu, 10 November 2024 - 09:24 WIB
loading...
Mantan kepala Bank Sentral Eropa mengatakan, perombakan saat ini menjadi lebih penting karena Donald Trump telah terpilih sebagai presiden AS. Foto/Dok
A
A
A
BRUSSELS - Mantan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi memperingatkan, bahwa Uni Eropa (UE) saat ini membutuhkan perombakan ekonomi besar-besaran untuk memulihkan daya saing blok tersebut. Sebelumnya Draghi yang juga sempat menjabat sebagai perdana menteri Italia, mempresentasikan laporan suram tentang keadaan ekonomi UE pada bulan September.
Berbicara kepada Politico, Draghi berpendapat bahwa "beberapa saran (dalam laporannya) ... mendesak karena ekonomi Eropa stagnan, mereka bahkan lebih mendesak hari ini," ketika Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden AS (Amerika Serikat).
Baca Juga: Gas Rusia Mengalir Deras ke Uni Eropa, Negara Ini Menerima 6,2 Miliar Meter Kubik
Menurut mantan kepala bank sentral, yang pertama-tama Brussels harus lakukan terutama fokus untuk mencegah "fragmentasi pasar tunggal dan fragmentasi pasar modal" lebih lanjut. Draghi mengatakan, bahwa keadaan saat ini mencegah bisnis Eropa untuk meningkatkan daya saing secara internasional.
Dalam analisis yang diterbitkan pada awal September, Draghi meminta Uni Eropa untuk berinvestasi besar-besaran dalam ekonominya – lebih dari dua kali lipat daripada yang dilakukan setelah Perang Dunia II.
Berbicara kepada Politico, Draghi berpendapat bahwa "beberapa saran (dalam laporannya) ... mendesak karena ekonomi Eropa stagnan, mereka bahkan lebih mendesak hari ini," ketika Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden AS (Amerika Serikat).
Baca Juga: Gas Rusia Mengalir Deras ke Uni Eropa, Negara Ini Menerima 6,2 Miliar Meter Kubik
Menurut mantan kepala bank sentral, yang pertama-tama Brussels harus lakukan terutama fokus untuk mencegah "fragmentasi pasar tunggal dan fragmentasi pasar modal" lebih lanjut. Draghi mengatakan, bahwa keadaan saat ini mencegah bisnis Eropa untuk meningkatkan daya saing secara internasional.
Dalam analisis yang diterbitkan pada awal September, Draghi meminta Uni Eropa untuk berinvestasi besar-besaran dalam ekonominya – lebih dari dua kali lipat daripada yang dilakukan setelah Perang Dunia II.
Lihat Juga :