Trump Kembali Jadi Presiden AS, Mantan Bos Bank Sentral Beri Peringatan ke UE
Minggu, 10 November 2024 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk mendigitalkan dan mendekarbonisasi ekonomi dan meningkatkan kapasitas pertahanan kita, pangsa investasi di Eropa harus meningkat sekitar 5 persent dari PDB," tulisnya, meski Ia mengakui bahwa tugas itu "belum pernah terjadi sebelumnya."
Ekonom asal Italia itu berpendapat bahwa dengan kondisi geopolitik yang cepat "berubah-ubah" dan prospek perlindungan AS yang berkurang di masa depan, maka Uni Eropa perlu dengan cepat menyalurkan sejumlah besar uang untuk proteksi.
Prospek ekonomi untuk blok tersebut yang semaki parah adalah kenyataan ketika ia "tiba-tiba kehilangan pemasok energi terpentingnya, Rusia" setelah eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.
"Kami telah mencapai titik di mana, tanpa tindakan, kami harus berkompromi dengan kesejahteraan kami, lingkungan, atau kebebasan kami," tulis Draghi dalam laporannya.
Mantan presiden ECB itu juga menyarankan, bahwa blok tersebut harus menerbitkan utang baru agar bisa bangkit menghadapi "tantangan eksistensial" yang saat ini dihadapinya.
Ekonom asal Italia itu berpendapat bahwa dengan kondisi geopolitik yang cepat "berubah-ubah" dan prospek perlindungan AS yang berkurang di masa depan, maka Uni Eropa perlu dengan cepat menyalurkan sejumlah besar uang untuk proteksi.
Prospek ekonomi untuk blok tersebut yang semaki parah adalah kenyataan ketika ia "tiba-tiba kehilangan pemasok energi terpentingnya, Rusia" setelah eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.
"Kami telah mencapai titik di mana, tanpa tindakan, kami harus berkompromi dengan kesejahteraan kami, lingkungan, atau kebebasan kami," tulis Draghi dalam laporannya.
Mantan presiden ECB itu juga menyarankan, bahwa blok tersebut harus menerbitkan utang baru agar bisa bangkit menghadapi "tantangan eksistensial" yang saat ini dihadapinya.
Lihat Juga :