Utang AS Tembus Rp558.000 Triliun, China Cari Tempat yang Lebih Aman

Senin, 11 November 2024 - 20:19 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Cerita Negara Islam Ini Cemas Situs Senjata Nuklirnya Dibom Israel

Data Departemen Keuangan AS menunjukkan bahwa China mulai memangkas kepemilikan obligasi pemerintah AS sekitar tahun 2014, setelah mencapai puncaknya di atas USD1,3 triliun pada tahun 2013. Pada 2022, kepemilikan obligasi pemerintah AS oleh China turun di bawah USD1 triliun untuk pertama kalinya sejak tahun 2010.

Selain cadangan devisa yang dilaporkan, China telah mempertahankan eksposur substansial terhadap aset-aset berdenominasi dollar AS melalui bank-bank komersial negara yang besar, bank-bank kebijakan negara, dan sovereign wealth fund, China Investment Corporation (CIC).

China meluncurkan CIC pada 2007 untuk mengelola cadangan devisa yang membengkak dengan lebih baik dan mendiversifikasi investasi di luar kepemilikan dolar AS, dengan menargetkan peluang-peluang yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi di luar negeri.

CIC mengatakan total asetnya bernilai USD1,33 triliun pada akhir tahun lalu, naik 7,46 persen dari tahun ke tahun, dengan hampir 50 persen dari portofolio luar negerinya diinvestasikan dalam aset-aset alternatif seperti dana lindung nilai dan properti, dan sepertiganya diinvestasikan dalam bentuk saham dengan 60,29 persen di antaranya adalah saham-saham yang tercatat di bursa AS, meningkat dari 59,18 persen pada 2022.

Menurut Departemen Keuangan AS, utang AS mencapai USD35,46 triliun atau setara Rp558.000 triliun pada akhir September 2024, memberikan rasio utang terhadap produk domestik bruto sebesar 124%.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Rekomendasi
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Berita Terkini
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved