Kembangkan EBT, Pertamina Siapkan Investasi Rp89,5 Triliun hingga 2029
Selasa, 12 November 2024 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kapal Perang Rusia Bersenjata Rudal Hipersonik Bermanuver di Selat Inggris
Di bidang panas bumi, lanjutnya, saat ini kapasitas terpasang sudah mencapai 672 megawatt (MW). Setelah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada Februari 2023, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) agresif menangkap peluang untuk pengembangan panas bumi dengan target kapasitas terpasang menjadi dua kali lipat pada tahun 2029.
Lebih lanjut, John menegaskan bahwa komitmen Pertamina untuk mendukung targetNZE pemerintah tidak main-main. Terbukti dari penurunan emisi yang sudah terealisasi pada periode 2020-2023 yang mencapai 8,5 juta ton setara CO2 atau menurun 34% dari cakupan 1 dan 2. Sedangkan untuk cakupan 3 Pertamina berhasil menurunkan emisi sebesar 32,7 juta ton setara CO2 dari implementasi bahan bakar nabati pada tahun 2023.
"Strategi korporat Pertamina mencerminkan dukungan yang kuat terhadap transisi energi. Namun tentu komitmen kuat saja tidak cukup. Diperlukan juga dukungan kuat dari semua stakeholder untuk bisa bersama-sama mewujudkan dekarbonisasi nasional," imbuhnya.
Tidak saja memiliki aspirasi besar dalam mendukung net zero emission, Pertamina secara konsisten mewujudkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini terwujud dalam strategi pertumbuhan ganda Pertamina, di mana di satu sisi Pertamina memaksimalkan pertumbuhan bisnis eksisting, yaitu minyak dan gas, dengan tujuan untuk mewujudkan ketahanan energi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain Pertamina secara agresif membangun bisnis rendah emisi.
Di bidang panas bumi, lanjutnya, saat ini kapasitas terpasang sudah mencapai 672 megawatt (MW). Setelah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada Februari 2023, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) agresif menangkap peluang untuk pengembangan panas bumi dengan target kapasitas terpasang menjadi dua kali lipat pada tahun 2029.
Lebih lanjut, John menegaskan bahwa komitmen Pertamina untuk mendukung targetNZE pemerintah tidak main-main. Terbukti dari penurunan emisi yang sudah terealisasi pada periode 2020-2023 yang mencapai 8,5 juta ton setara CO2 atau menurun 34% dari cakupan 1 dan 2. Sedangkan untuk cakupan 3 Pertamina berhasil menurunkan emisi sebesar 32,7 juta ton setara CO2 dari implementasi bahan bakar nabati pada tahun 2023.
"Strategi korporat Pertamina mencerminkan dukungan yang kuat terhadap transisi energi. Namun tentu komitmen kuat saja tidak cukup. Diperlukan juga dukungan kuat dari semua stakeholder untuk bisa bersama-sama mewujudkan dekarbonisasi nasional," imbuhnya.
Tidak saja memiliki aspirasi besar dalam mendukung net zero emission, Pertamina secara konsisten mewujudkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini terwujud dalam strategi pertumbuhan ganda Pertamina, di mana di satu sisi Pertamina memaksimalkan pertumbuhan bisnis eksisting, yaitu minyak dan gas, dengan tujuan untuk mewujudkan ketahanan energi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain Pertamina secara agresif membangun bisnis rendah emisi.
(fjo)
Lihat Juga :