Dunia Rugi Rp32.000 Triliun Akibat Cuaca Buruk, AS dan China Paling Ngeri
Selasa, 12 November 2024 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah studi yang ditulis Noy tahun lalu memperkirakan biaya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem yang disebabkan oleh kerusakan iklim mencapai USD143 miliar per tahun, sebagian besar disebabkan oleh hilangnya nyawa manusia, tetapi dibatasi oleh kesenjangan data, terutama di Afrika.
"Sebagian besar dampak yang dihitung adalah di negara-negara berpenghasilan tinggi di mana nilai aset jauh lebih tinggi, dan di mana angka kematian akibat gelombang panas dihitung jauh lebih besar," kata Noy.
"Jelas, kehilangan rumah dan mata pencaharian di masyarakat miskin di negara-negara miskin lebih menghancurkan dalam jangka panjang dibandingkan dengan kerugian di negara-negara kaya di mana negara mampu dan mau membantu pemulihan."
ICC mendesak para pemimpin dunia untuk bertindak lebih cepat dalam menyalurkan dana ke negara-negara yang membutuhkan bantuan untuk mengurangi polusi dan membangun dengan cara-cara yang dapat menahan guncangan cuaca buruk.
"Mendanai aksi iklim di negara berkembang seharusnya tidak dilihat sebagai tindakan kedermawanan oleh para pemimpin negara terkaya di dunia," kata Denton.
"Setiap dolar yang dibelanjakan, pada akhirnya, merupakan investasi untuk ekonomi global yang lebih kuat dan tangguh yang akan menguntungkan kita semua."
"Sebagian besar dampak yang dihitung adalah di negara-negara berpenghasilan tinggi di mana nilai aset jauh lebih tinggi, dan di mana angka kematian akibat gelombang panas dihitung jauh lebih besar," kata Noy.
"Jelas, kehilangan rumah dan mata pencaharian di masyarakat miskin di negara-negara miskin lebih menghancurkan dalam jangka panjang dibandingkan dengan kerugian di negara-negara kaya di mana negara mampu dan mau membantu pemulihan."
ICC mendesak para pemimpin dunia untuk bertindak lebih cepat dalam menyalurkan dana ke negara-negara yang membutuhkan bantuan untuk mengurangi polusi dan membangun dengan cara-cara yang dapat menahan guncangan cuaca buruk.
"Mendanai aksi iklim di negara berkembang seharusnya tidak dilihat sebagai tindakan kedermawanan oleh para pemimpin negara terkaya di dunia," kata Denton.
"Setiap dolar yang dibelanjakan, pada akhirnya, merupakan investasi untuk ekonomi global yang lebih kuat dan tangguh yang akan menguntungkan kita semua."
(nng)
Lihat Juga :