Dunia Rugi Rp32.000 Triliun Akibat Cuaca Buruk, AS dan China Paling Ngeri

Selasa, 12 November 2024 - 19:34 WIB
loading...
A A A
Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian ekonomi terbesar selama periode 10 tahun tersebut, yaitu sebesar USD935 miliar, diikuti oleh China sebesar USD268 miliar dan India sebesar USD112 miliar. Jerman, Australia, Prancis dan Brasil semuanya masuk dalam 10 besar.

Jika diukur secara perorangan, pulau-pulau kecil seperti Saint Martin dan Bahama mengalami kerugian terbesar. Api, air, angin, dan panas telah menghapus lebih banyak dolar dari neraca keuangan pemerintah seiring dengan semakin kayanya dunia, semakin banyaknya orang yang bermukim di daerah rawan bencana, dan polusi bahan bakar fosil yang memanggang planet ini.

Namun, hingga beberapa tahun terakhir, para ilmuwan masih kesulitan untuk memperkirakan sejauh mana peran yang dimainkan manusia dalam membengkokkan peristiwa cuaca ekstrem dengan gas yang memanaskan planet.

Kerusakan iklim bertanggung jawab atas lebih dari setengah dari 68.000 kematian selama musim panas Eropa yang terik pada tahun 2022, sebuah studi menemukan bulan lalu, dan menggandakan peluang terjadinya curah hujan ekstrem yang menghantam Eropa tengah pada bulan September ini, demikian hasil penelitian awal. Pada beberapa kasus lainnya, para peneliti hanya menemukan efek yang ringan atau tidak melihat adanya kaitan iklim sama sekali.

Baca Juga: Andai Rusia Tak Punya Senjata Nuklir, NATO Akan Kerahkan Tentara Bantu Ukraina

Seorang ahli ekonomi bencana di Victoria University of Wellington, Ilan Noy, yang tidak terlibat dalam studi ICC mengatakan bahwa angka-angka tersebut sesuai dengan penelitian sebelumnya yang pernah ia lakukan, namun ia memperingatkan bahwa data yang digunakan tidak menggambarkan gambaran secara keseluruhan.

"Peringatan utamanya adalah bahwa angka-angka ini sebenarnya melewatkan dampak yang benar-benar penting, yaitu di masyarakat miskin dan di negara-negara yang rentan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Rekomendasi
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Berita Terkini
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved