Pelaku Usaha DAM Diajak Utamakan Kesehatan dan Kualitas Air Minum
Kamis, 14 November 2024 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi memang punya keterbatasan karena tidak bisa mengedarkan produknya seluas AMDK karena memang model bisnisnya diizinkannya tidak melayani pengisian di lokasi begitu, karena konsumen datang, bawa wadah, kita isi, lalu transaksi ada di sana," katanya.
Diungkapkan juga bahwa berdasarkan data kementerian kesehatan, dari 80 ribuan jumlah DAM di Indonesia sudah 56 ribu yang dinyatakan layak hygiene sanitasi. Sayangnya sambung dia, dari yang dinyatakan layak higiene sanitasi ke SLHS itu cukup rendah.
Sementara untuk Jawa Timur, ada sekitar 7500 dari 8000 DAM dinyatakan layak hygiene sanitasi. Namun lagi-lagi dari 7500 DAM itu yang memiliki SLHS cukup rendah yakni baru 374.
"Padahal kan layak higiene sanitasi ini sudah layak dapat SLHS nih, cuman kenapa kok konversinya begitu rendah tentunya ini pasti ada kesulitan nih di teman-teman pelaku usaha nah ini yang menjadi concern kami," katanya.
Wahyu mengatakan, padahal konsumen DAM sangat besar. Dia memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sebesar 31,87 persen penduduk Indonesia menggunakan air minum isi ulang sebagai sumber utama air minum atau sepertiga penduduk Indonesia.
"Jadi kontribusi penyediaan air minum itu cukup besar, tetapi kan kalau orang bilang kan dibalik kesempatan dan pangsa pasar yang besar juga terdapat kewajiban yang besar juga bahwa kalau sampai tidak dikelola dengan baik ditakutkan ada kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak diinginkan seperti keracunan dan lain-lain," katanya.
Seperti diketahui, Seminar dan Pelatihan di Jawa Timur ini merupakan kali keempat yang diadakan ASDAMINDO di seluruh Indonesia. ASDAMINDO telah menggelar kegiatan serupa di Jawa Barat, Jawa tengah dan Bali. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti acara, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul untuk para pemateri.
Baca Juga: Kolaborasi Meningkatkan Akses Air Minum Layak dan Berkualitas
Kegiatan kali ini mengambil tema Manajemen Higiene dan Sanitasi Untuk Pengusaha Depot Air Minum di Indonesia Serta Pengawasan dan Penegakan Hukumnya dalam Kepatuhan Terhadap Prinsip Keamanan Pangan dan Persaingan Usaha yang Sehat".
Diungkapkan juga bahwa berdasarkan data kementerian kesehatan, dari 80 ribuan jumlah DAM di Indonesia sudah 56 ribu yang dinyatakan layak hygiene sanitasi. Sayangnya sambung dia, dari yang dinyatakan layak higiene sanitasi ke SLHS itu cukup rendah.
Sementara untuk Jawa Timur, ada sekitar 7500 dari 8000 DAM dinyatakan layak hygiene sanitasi. Namun lagi-lagi dari 7500 DAM itu yang memiliki SLHS cukup rendah yakni baru 374.
"Padahal kan layak higiene sanitasi ini sudah layak dapat SLHS nih, cuman kenapa kok konversinya begitu rendah tentunya ini pasti ada kesulitan nih di teman-teman pelaku usaha nah ini yang menjadi concern kami," katanya.
Wahyu mengatakan, padahal konsumen DAM sangat besar. Dia memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sebesar 31,87 persen penduduk Indonesia menggunakan air minum isi ulang sebagai sumber utama air minum atau sepertiga penduduk Indonesia.
"Jadi kontribusi penyediaan air minum itu cukup besar, tetapi kan kalau orang bilang kan dibalik kesempatan dan pangsa pasar yang besar juga terdapat kewajiban yang besar juga bahwa kalau sampai tidak dikelola dengan baik ditakutkan ada kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak diinginkan seperti keracunan dan lain-lain," katanya.
Seperti diketahui, Seminar dan Pelatihan di Jawa Timur ini merupakan kali keempat yang diadakan ASDAMINDO di seluruh Indonesia. ASDAMINDO telah menggelar kegiatan serupa di Jawa Barat, Jawa tengah dan Bali. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti acara, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul untuk para pemateri.
Baca Juga: Kolaborasi Meningkatkan Akses Air Minum Layak dan Berkualitas
Kegiatan kali ini mengambil tema Manajemen Higiene dan Sanitasi Untuk Pengusaha Depot Air Minum di Indonesia Serta Pengawasan dan Penegakan Hukumnya dalam Kepatuhan Terhadap Prinsip Keamanan Pangan dan Persaingan Usaha yang Sehat".
(akr)
Lihat Juga :