alexametrics

AS-Iran Tegang, Harga Emas Terbang Tinggi Sejak 2013

loading...
AS-Iran Tegang, Harga Emas Terbang Tinggi Sejak 2013
Harga emas melambung tinggi dalam tujuh tahun akibat memanasnya AS dan Iran. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam kurun tujuh tahun pada penutupan dagang Senin, dimana investor memburu aset safe haven ditengah menegangnya Amerika Serikat dan Iran.

Melansir dari CNBC, Selasa (7/1/2019), harga emas ditutup naik 1% ke level USD1.590,90 per ons. Ini merupakan level tertinggi logam mulia sejak 2 April 2013, ketika itu diperdagangkan di level USD1.604,30 per ons. Harga emas telah naik sembilan hari berturut-turut.

"Harga emas terus bullish dan bisa mengarah lebih tinggi di hari-hari berikutnya," terang Mark Newton, pengelola Newton Advisors. Bahkan dirinya memprediksi harga emas akan mencapai USD1.650 hingga USD1.700 per ons di akhir bulan Januari ini.



Harga emas gemilang dalam dua sesi terakhir setelah Presiden AS Donald Trump mengesahkan pembunuhan terhadap jenderal top Iran, Qasem Soleimani di Bandara Baghdad. Pada Jumat pekan lalu, harga emas menguat 1,6% merespon berita kematian jenderal Iran.

"Pembunuhan Soleimani telah meningkatkan risiko geopolitik karena ia adalah tokoh terkenal di Iran. Orang-orang Iran sekarang sedang butuh waktu untuk langkah selanjutnya. Jika mereka memutuskan membalas, aset berisiko akan mendapat tekanan dan aset safe haven akan terus menguat," ujar Keith Lerner, kepala strategi pasar di SunTrust Private Wealth.

Investor pun telah beralih ke emas karena logam mulia dipandang sebagai lindung nilai yang aman saat terhadi volatilitas pasar dan ketegangan geopolitik.

"Kami menemukan lonjakan emas sangat tinggi dalam ketegangan geopolitik ini, dan telah menurunkan beberapa nilai mata uang. Ini paling sering terjadi saat perang atau eskalasi militer. Oleh karena itu, ketegangan AS-Iran dapat lebih meningkatkan harga emas," ujar Jeff Currie, kepala penelitian komoditas di Goldman Sachs.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak