GAPKI Minta Dibentuk Badan Khusus untuk Perbaiki Tata Kelola Industri Sawit
Senin, 18 November 2024 - 09:24 WIB
loading...
Industri sawit tergolong industri strategis
A
A
A
JAKARTA -
Industri kelapa sawit perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah karena komoditas ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi nasional. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berharap dukungan pemerintah dan DPR untuk membentuk satu badan khusus yang menangani industri kepala sawit. Badan khusus tersebut diharapkan bisa memperbaiki tata kelola industri kelapa sawit agar berkembang dengan baik dalam mendukung majunya perekonomian nasional.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengungkapkan saat ini banyak hal yang terjadi dan berkembang menjadi isu yang justru merusak keberadaan industri sawit. Padahal, industri sawit tergolong industri strategis yang banyak menyumbang bagi kemajuan ekonomi nasional.
Data Kementerian Pertanian menyebut sektor kelapa sawit merupakan salah satu pilar utama perenomian nasional yang memiliki kontribusi besar pada energi terbarukan, pangan dan industri oleokimia. Sebagai salah satu produsen terbesar minyak sawit terbesar di dunia, Industri sawit Indonesia menyumbang sekitar 25% dari minyak nabati global dan sebanyak 59% dari total produksi minyak sawit global.
Baca Juga : Sawit Komoditas Strategis Capai Kedaulatan Pangan dan Energi
Adapun tahun 2023, jumlah produksi minyak sawit Indonesia sebanyak 47,08 juta ton. Dari jumlah tersebut, 10,2 juta ton minyak sawit untuk kebutuhan pangan dalam negeri, sementara 2,3 juta ton untuk keperluan industri oleokimia dan 10, 6 juta ton untuk biodiesel. Sisanya, sebanyak 23, 98 ton minyak sawit untuk pasar ekspor. Selain memberikan kontribusi yang besar untuk pendapatan nasional, industri sawit juga menyediakan lapangan kerja yang cukup besar, yakni 16 juta orang termasuk para petani kecil di seluruh Tanah Air.
Industri kelapa sawit perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah karena komoditas ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi nasional. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berharap dukungan pemerintah dan DPR untuk membentuk satu badan khusus yang menangani industri kepala sawit. Badan khusus tersebut diharapkan bisa memperbaiki tata kelola industri kelapa sawit agar berkembang dengan baik dalam mendukung majunya perekonomian nasional.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengungkapkan saat ini banyak hal yang terjadi dan berkembang menjadi isu yang justru merusak keberadaan industri sawit. Padahal, industri sawit tergolong industri strategis yang banyak menyumbang bagi kemajuan ekonomi nasional.
Data Kementerian Pertanian menyebut sektor kelapa sawit merupakan salah satu pilar utama perenomian nasional yang memiliki kontribusi besar pada energi terbarukan, pangan dan industri oleokimia. Sebagai salah satu produsen terbesar minyak sawit terbesar di dunia, Industri sawit Indonesia menyumbang sekitar 25% dari minyak nabati global dan sebanyak 59% dari total produksi minyak sawit global.
Baca Juga : Sawit Komoditas Strategis Capai Kedaulatan Pangan dan Energi
Adapun tahun 2023, jumlah produksi minyak sawit Indonesia sebanyak 47,08 juta ton. Dari jumlah tersebut, 10,2 juta ton minyak sawit untuk kebutuhan pangan dalam negeri, sementara 2,3 juta ton untuk keperluan industri oleokimia dan 10, 6 juta ton untuk biodiesel. Sisanya, sebanyak 23, 98 ton minyak sawit untuk pasar ekspor. Selain memberikan kontribusi yang besar untuk pendapatan nasional, industri sawit juga menyediakan lapangan kerja yang cukup besar, yakni 16 juta orang termasuk para petani kecil di seluruh Tanah Air.
Lihat Juga :