Bangun Satelit Berkecepatan Tinggi, Menteri Johnny Butuh Rp5,8 Triliun

Senin, 31 Agustus 2020 - 01:26 WIB
loading...
Bangun Satelit Berkecepatan...
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, akan membangun proyek infrastruktur yang berbasis digital. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika terus meningkatkan pembangunan digital di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, akan membangun proyek infrastruktur yang berbasis digital. Hal ini seiring pengguna internet di Indonesia telah berjumlah 175 juta user atau setara dengan 64% jumlah populasi penduduk Indonesia.

(Baca Juga: Juragan Telkomsel: Ada Berkah Pandemi buat Industri Telekomunikasi )

"Internet user yang sangat besar tentu menjadi peluang yang begitu besar. Kami akan menyiapkan bandwidth yang cukup, dan kesiapan infrastruktur telekomunikasi yang memadai, baik itu broadband, serta pemanfaatan ruang angkasa melalui penempatan satelit-satelit demi mendukung kebutuhan telekomunikasi dan digitalisasi di Indonesia," ujar Johnny G Plate peluncuran program bangga buatan Indonesia yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Minggu (30/8/2020).

Sambung dia mengungkapkan, akan meluncurkan satelit yang akan sangat besar kapasitasnya. Adapun, satelit ini akan punya kecepatan 150 giga byte per second (Gbps) yang nantinya ini bakal bisa digunakan 2023. Nantinya, peluncuran satelit ini akan memakan biaya USD400 juta atau berkisar Rp5,8 triliun (dalam kurs Rp14.500).

"Tanpa banyak bincang, awal September saya kan meng-announce bahwa sindikasi pembiayaan USD400 juta untuk penempatan satelit multifungsi untuk menambah kekuatan insfratruktur ICT kita," katanya.

(Baca Juga: KPPU: Harga Layanan Telekomunikasi Sudah Sesuai Persaingan Usaha Sehat )

Dia menambahkan penggunaan internet terus meningkat hingga 10,88% pada kuartal II-2020. Sektor ini pun menjadi satu-satunya yang tumbuh positif di tengah pandemi.

"Pada saat tekanan yang luar biasa kontraksi ekonomi Indonesia di kuartal kedua sebesar -5,32% ternyata sektor Kominfo di kuartal pertama bertumbuh 9,6%, dan kuartal kedua bertumbuh 10,88%. Satu-satunya sektor yang bertumbuh positif dibanding sektor lainnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
BSI dan Baznas Hadirkan...
BSI dan Baznas Hadirkan Layanan DAM Haji dan Kurban Digital
Melalui Teknologi Otonom,...
Melalui Teknologi Otonom, Registrasi Digital Siap Bantu Industri Event
Waspada Penipuan Digital,...
Waspada Penipuan Digital, OVO Ingatkan Warga Jangan Bagikan OTP dan PIN
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved