Kacuk Sumarto dan Irwan Pimpin RSI, Siap Jadi Mitra Pemerintah
Rabu, 20 November 2024 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Kata Kacuk, RSI memiliki beberapa mitra strategis. Mitra strategis tersebut nantinya akan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi anggota RSI maupun persoalan-persoalan yang dihadapi negeri ini khususnya yang menyangkut komoditi sawit.
Ada 17 mitra strategis di antaranya terkait dengan pemetaan, pendampingan di dalam peremajaan sawit rakyat (PSR), penguasaan riset dan engineering, mitra strategis terkait dengan penyelesaian masalah hukum, mitra yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mitra strategis terkait dengan regenerative agriculture, mitra strategis terkait dengan emisi karbon, mitra strategis yang terkait untuk mengawal kepastian hukum.
“Ke depan RSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan kedaulatan pangan, kedaulatan energi sekaligus kedaulatan ekonomi melalui perkebunan sawit untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kacuk.
Baca Juga: Perkebunan Sawit Rakyat Berperan Sukseskan Mandatori Biodiesel B50
Kacuk juga mengatakan bahwa RSI siap untuk mencukupi kebutuhan minyak nabati dunia melalui intensifikasi lahan, pendekatan regenerative agriculture, dan melalui rekayasa teknik pengolahan.
Ada 17 mitra strategis di antaranya terkait dengan pemetaan, pendampingan di dalam peremajaan sawit rakyat (PSR), penguasaan riset dan engineering, mitra strategis terkait dengan penyelesaian masalah hukum, mitra yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mitra strategis terkait dengan regenerative agriculture, mitra strategis terkait dengan emisi karbon, mitra strategis yang terkait untuk mengawal kepastian hukum.
“Ke depan RSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan kedaulatan pangan, kedaulatan energi sekaligus kedaulatan ekonomi melalui perkebunan sawit untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kacuk.
Baca Juga: Perkebunan Sawit Rakyat Berperan Sukseskan Mandatori Biodiesel B50
Kacuk juga mengatakan bahwa RSI siap untuk mencukupi kebutuhan minyak nabati dunia melalui intensifikasi lahan, pendekatan regenerative agriculture, dan melalui rekayasa teknik pengolahan.
Lihat Juga :