Kemenparekraf Diingatkan Pentingnya Mengemas Produk Pariwisata

Jum'at, 10 Januari 2020 - 11:03 WIB
Kemenparekraf Diingatkan...
Kemenparekraf Diingatkan Pentingnya Mengemas Produk Pariwisata
A A A
TIDAK tercapainya target kunjungan wisman pada 2019 diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Untuk itu sejumlah kalangan meminta Kemenparekraf agar bisa mengemas produk pariwisata dengan sangat baik.

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari mengingatkan untuk mengurus pariwisata Tanah Air bukan hal yang mudah. Khususnya untuk pengembangan destinasi.Menurutnya saat ini pariwisata Indonesia hanya mengandalkan marketing masif, sedangkan dasar dariproduk pariwisata tidak dikembangkan. Padahal dampak dari mengemas produk akan sangat signifikan.

Azril menuturkan, Kemenparekraf harus melibatkan banyak pihak untuk memunculkan daya tarik destinasi dan memiliki keotentikan. Dia mengimbau Wishnutama agar dapat merekrut orang-orang yang benar-benar paham mengenai industri pariwisata untuk membantunya.

Sementara itu pengamat budaya dari Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat, Agnes Setyowati mengatakan, pengembangan sektor pariwisata cukup dilematis. Khususnya untuk rencana pengembangan lima destinasi pariwisata superprioritas yang menyasar wisatawan segmen premium.

Hal itu dikarenakan adanya wacana pemerintah mematok harga tiket masuk Labuan Bajo sebesar kurang lebih USD1.000 atau sekitar Rp14 juta per orang. Ini berarti destinasi akan terbatas buat kalangan atas, dari asing ataupun lokal, yang dapat menikmati keindahan alam salah satu UNESCO World Heritage ini.

Menurut Agnes, upaya pemerintah mendongkrak industri pariwisata untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi negara melalui devisa harus diapresiasi. Tapi di sisi lain masyarakat akan terkena dampak diskriminatif dari kebijakan ini. Dampaknya wisatawan lokal akan sulit mengakses destinasi wisata lokal.

Dia menilai sektor pariwisata banyak memberikan dampak positif seperti menyumbang devisa negara terbesar kedua, menyerap tenaga kerja, pembangunan berkelanjutan, menaikkan citra negara di mata dunia, dan masih banyak lagi. Namun juga harus diwaspadai, khususnya dampak langsung kepada masyarakat lokal yang bermukim di sekitar destinasi wisata.

“Karena dampak ekonominya tidakselalu merata dirasakan masyarakat disekitar area destinasi. Artinya pemerintah harus juga mampu memikirkan strategi yang efektif demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Yang perlu diperhatikan lagi, lanjut Agnes, perubahan lingkungan dan interaksi sosial dengan wisatawan asing juga akan memengaruhi nilai-nilai budaya lokal seperti gaya hidup, kriminalitas, celah sosial yang tinggi,dan sikap materialistik yang tinggi.

Selain itu lingkungan alam juga akan terkena dampak langsung dari penguatan sektor ini. Contoh nyata adalah meningkatnya polusi, perluasan lahan wisata yang secara langsung akan menghilangkan habitat flora dan fauna, terganggunya kehidupan satwa liar, dan kekurangan persediaan air bersih. Ini tentu menjadi PR bagi pemerintah agar hal-hal tersebut bisa diatasi. Kita tunggu saja.(Hafid Fuad)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tumbuhkan Pariwisata,...
Tumbuhkan Pariwisata, Disbudpar Kota Batam Gelar Parekraf Festival
Pelesiran ke Batam,...
Pelesiran ke Batam, Tidak Afdol Kalau Belum Kunjungi Balerang Bridge
Menteri Sandiaga Uno...
Menteri Sandiaga Uno Pastikan Ekonomi Kreatif Sokong Ekonomi Bangsa
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Kolaborasi Kunci Strategis...
Kolaborasi Kunci Strategis Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
33 menit yang lalu
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
41 menit yang lalu
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
1 jam yang lalu
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
1 jam yang lalu
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
1 jam yang lalu
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
1 jam yang lalu
Infografis
Pentingnya Merebut Bakhmut...
Pentingnya Merebut Bakhmut dari Ukraina bagi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved